ANALISIS WACANA PEMBERITAAN HASIL REVISI UU MD3 DI HARIAN KOMPAS EDISI FEBRUARI-MARET 2018

Rico Mardianto, - (2019) ANALISIS WACANA PEMBERITAAN HASIL REVISI UU MD3 DI HARIAN KOMPAS EDISI FEBRUARI-MARET 2018. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (381kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN.pdf

Download (603kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK.pdf

Download (401kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR.pdf

Download (427kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI.pdf

Download (336kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I.pdf

Download (431kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II.pdf

Download (551kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III OK.pdf

Download (444kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. BAB IV.pdf

Download (440kB) | Preview
[img] Text
10. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (795kB)
[img]
Preview
Text
11. BAB VI.pdf

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (333kB) | Preview
[img]
Preview
Text
13. TENTANG PENULIS.pdf

Download (329kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wacana pemberitaan revisi Undang-undang MD 3 di koran Kompas. Hasil revisi undang-undang ini menuai penolakan dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Revisi undang-undang tersebut dinilai langkah mundur dalam berdemokrasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan metode penelitian yang dipakai adalah analisis wacana. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dokumentasi, dan teknik analisa data yang digunakan adalah analisis wacana berdasarkan model Norman Fairclough. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koran Kompas dalam pemberitaannya—pada edisi Februari-Maret—berupaya membangun kontrawacana terhadap revisi undang-undang tersebut. Di mana rumusan yang terlalu umum dalam revisi UU MD3 berpotensi menjadikan pasal tersebut pasal karet. DPR dinilai menghambat demokrasi melalui hasil revisi undang-undang tersebut. Selain itu, rakyat juga menjadi semakin tidak percaya kepada DPR. Melalui upaya pemilihan fakta, Kompas memarjinalkan posisi lembaga DPR dalam pemberitaannya agar publik tahu bahwa hasil revisi UU MD3 tidak layak diterima karena bertentangan dengan semangat demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat. Kata Kunci: Wacana, UU MD3, DPR, Koran Kompas, demokrasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Wacana, UU MD3, DPR, Koran Kompas, demokrasi
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal > 302.2 Komunikasi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Ari Eka Wahyudi
Date Deposited: 26 Sep 2019 03:35
Last Modified: 26 Sep 2019 03:35
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/20724

Actions (login required)

View Item View Item