BAI'AT DALAM PERSPEKTIF HADITS NABI SAW (KAJIAN MA’ANI AL-HADITS)

AFIF HUSSEINI BIN ABDUL AZIZ, (2017) BAI'AT DALAM PERSPEKTIF HADITS NABI SAW (KAJIAN MA’ANI AL-HADITS). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER (1).pdf

Download (427kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN (1).pdf

Download (706kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK (1).pdf

Download (549kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR (1).pdf

Download (449kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI (1).pdf

Download (408kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I.pdf

Download (758kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II (1).pdf

Download (797kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BABA III (1).pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (796kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V.pdf

Download (445kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR KEPUSTAKAAN (1).pdf

Download (526kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul : BAI’AT DALAM PERSPEKTIF HADITS NABI SAW (Kajian Ma’ani Al-Hadits). Adapun yang melatar belakangi penelitian ini ialah bahwa masyarakat hari ini memahami bai’at (janji setia) kepada pemimpin adalah untuk semua perkara yang diperintahkan, sama ada perintah pemimpin itu dalam hal yang mungkar maupun yang keji, tanpa merujuk para ulama’ tentang apa saja perkara yang harus di-bai’at kepada pemimpin dan apa kriteria-kriteria pemimpin yang pantas untuk di-bai’at, apakah seorang pemimpin itu seorang yang adil maupun zhalim atau apakah seorang pemimpin itu memimpin negara dengan membawa syari’at agama Islam maupun tidak. Hadits tentang bai’at ini, penulis membagikan kepada tiga kondisi, yaitu kondisi pertama hadits tentang perintah bai’at kepada pemimpin, kondisi kedua hadits tentang orang yang meminta bai’at dibatalkan dan kondisi yang ketiga hadits tentang bai’at karena ambisi duniawi. Setelah melalui proses takhrij bahwa hadits tentang bai’at ini berstatus shahih. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yakni dengan mengumpulkan data dan menalaah bahan-bahan kepustakaan berupa hadits-hadits Nabi dan penjelasan tentang bai’at. Penulis menganalisis data tersebut secara menyeluruh dengan melihat pemahaman dan pendapat para ulama’ tentang redaksi hadits bai’at melalui kajian ilmu ma’ani al-hadits. Setelah penulis meneliti, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa, para ulama’ klasik maupun kontemporer sepakat berpendapat bahwa setiap muslim disyari’atkan agar berlaku taat kepada penguasa muslim yang menerapkan hukum-hukum Islam di dalam pemerintahannya, sekalipun dzalim dan merampas hak-hak rakyat, selama tidak memerintah untuk melakukan kemaksiatan dan tidak menampakkan kekufuran yang nyata. Hal ini karena urusan-urusan umat tidak akan berjalan dengan lancar dan mulus tanpa adanya seorang pemimpin atau imamah. Dan tidak akan sah seorang menjadi imam (khalifah) kecuali melalui proses bai’at. Dan selama setia terhadap bai’at maka hukumnya wajib, tidak ada bai’at kecuali setelah bermusyawarah dengan kaum muslimin. Adapun sebagian dosa disebut jahiliyyah oleh Nabi SAW tapi tidak bararti bahwa dosa itu membawa arti kafir atau keluar dari islam (murtad) sama sekali.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr. Supliadi
Date Deposited: 25 Sep 2019 13:22
Last Modified: 25 Sep 2019 13:22
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/20713

Actions (login required)

View Item View Item