RESEPSI PERKAWINAN ADAT MELAYU DI DESA MUARA MUSU KECAMATAN RAMBAH HILIR KABUPATEN ROKAN HULU TINJAUAN HUKUM ISLAM

Roviatun Sakdiah, - (2019) RESEPSI PERKAWINAN ADAT MELAYU DI DESA MUARA MUSU KECAMATAN RAMBAH HILIR KABUPATEN ROKAN HULU TINJAUAN HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1 COVER.pdf

Download (904kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. PENGESAHAN.pdf

Download (573kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. ABSTRAK.pdf

Download (489kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. KATA PENGANTAR.pdf

Download (641kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. DAFTAR ISI.pdf

Download (451kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB I.pdf

Download (764kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. BAB II.pdf

Download (526kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. BAB III.pdf

Download (961kB) | Preview
[img] Text
11. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (677kB)
[img]
Preview
Text
12. BAB V.pdf

Download (444kB) | Preview
[img]
Preview
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (393kB) | Preview

Abstract

Walimatul ‘ursy adalah peresmian perkawinan yang bertujuan untuk memberitahukan bahwa kedua pengantin telah resmi menjadi suami isteri. Resepsi perkawinan adat Melayu dilakukan setelah terjadinya akad nikah. Adat Melayu wajib digunakan dalam setiap resepsi bagi seluruh warga masyarakat di Desa Muara Musu Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu. Rangkaian prosesnya dimulai dari pembuatan “bungkusan” pada malam resepsi oleh keluarga pengantin laki-laki, mengantar laki-laki ke kediaman perempuan pada pagi hari, sesampainya di kediaman pengantin perempuan dan setelah proses penyerahan bungkusan selesai maka pengantin akan diarak ke air berlimau dan proses adat yang terakhir yaitu adat munyombah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan resepsi perkawinan adat melayu dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap resepsi perkawinan adat melayu di Desa Muara Musu Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di Desa Muara Musu Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, angket dan studi kepustakaan yang menghimpun dari populasi dan sampel pada tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 102 responden dan sampel sebanyak 51 responden. Melalui observasi, wawancara dan angket diperoleh jawaban-jawaban tentang bagaimana pelaksanaan resepsi perkawinan adat melayu di Desa Muara Musu Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu, maka penulis meninjau dengan pandangan hukum Islam dengan menampilkan dali-dalil untuk mempertegas kesimpulan yang akan ditarik. Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa resespsi perkawinan adat Melayu tetap boleh dilakukan karena masing-masing dari adat tersebut memiliki nilai filosofis tersendiri namun ada beberapa adat yang dalam pelaksanaannya yang tidak sesuai dengan syara’ karena bertentangan dengan ‘urf dan dengan sendirinya bertentangan dengan dalil-dalil dan kaidah-kaidah umum syari’at Islam. Adat yang bertentangan yaitu waktu pembuatan bungkusan sampai larut malam sehingga harus diganti pada jam yang tidak memberatkan pelaku adat tersebut. Oleh karena itu, adat-adat yang ada didalam pelaksanaan resepsi perkawinan adat Melayu yang tidak sesuai syari’at mesti dihilangkan dan dilakukan perubahan kepada adat yang sesuai syari’at.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Ari Eka Wahyudi
Date Deposited: 23 Sep 2019 04:24
Last Modified: 23 Sep 2019 04:24
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/20624

Actions (login required)

View Item View Item