TIDUR DALAM AL-QURAN (Tinjauan Ilmu Kesehatan)

TIA NURMILAH LUBIS, (2017) TIDUR DALAM AL-QURAN (Tinjauan Ilmu Kesehatan). Laporan thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER (1).pdf

Download (431kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN (1).pdf

Download (594kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK (1).pdf

Download (484kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR (1).pdf

Download (464kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI (1).pdf

Download (408kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I (1).pdf

Download (620kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II (1).pdf

Download (904kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III (1).pdf

Download (672kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (620kB)
[img]
Preview
Text
10 BAB V (1).pdf

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (468kB) | Preview

Abstract

Tidur salah satu aktivitas kehidupan yang sangat penting bagi manusia, semua orang memerlukan tidur dan tidak dapat hidup tanpa tidur. Karena itu tidur merupakan sebagian tanda kekuasaan Allah Swt yang patut disyukuri, setelah lelah atau beraktivitas secara otomatis tubuh akan memberi sinyal untuk tidur. Tidur menjadi proses normal yang pasti dialami baik siang maupun malam, karena dianggap sesuatu yang alami dari manusiawi, banyak orang menganggap remeh kesehatan tidur. Ketidakpedulian terhadap tidur menimbulkan banyak kekeliruan tentang tidur. Tidur dianggap sebagai fase pasif dari siklus kehidupan, tetapi sebenarnya tidur sebuah proses aktif. Di dalam al-Qur’an ada beberapa ayat yang menyebutkan tentang tidur, ada juga hadis- hadis nabi yang menunjukkan kesehatan dalam tidur. Dengan memakai jenis penelitian kepustakaan, skripsi ini mengambil buku-buku dan kitab-kitab tafsir yang mengkaji permasalahan penelitian, yaitu: pertama, bagaimana tidur dalam al-Qur’an ditinjau dari ilmu kesehatan. Kedua, bagaimana pandangan para mufasir pada ayat-ayat tentang tidur. Skripsi ini memakai metode Maudhu’I dengan mengambil ayat-ayat yang berhubungan dengan tidur, penulis menemukan ada beberapa bentuk kata tidur dalam al-Qur’an yaitu kata naum, tawaffa, ruqd, dan lail. Dari pentafsiranpentafsiran para mufassir yang penulis ambil yaitu Ibnu Katsir, Hamka, dan Sayyid Quthb bahwa pentafsiran mereka sama pada ayat-ayat tentang tidur. Mereka mentafsirkan surat arRum: 23 adalah tidur merupakan sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, pentafsiran surat alAn’am: 60 dan az-Zumar:42 adalah tidur sebagai kematian kecil, Allah mewafatkan hambahambanya pada saat tidur, Allah menggenggam roh orang yang tidur dan mengembalikannya pada saat terbangun. Pentafsiran surah al-Furqan: 47 adalah malam sebagai pakaian artinya menutupinya dengan kegelapan untuk menghentikan segala aktivitas, dan tidur sebagai istirahat artinya mengistirahatkan tubuh dari rasa lelah dengan tidur pada malam hari. pentafsiran surat al-Kahfi: 18 adalah bahwa Allah berkehendak membangunkan kembali orang yang tidur, seberapa lamapun dia tertidur Allah akan membangunkannya kembali sama halnya dengan orang mati maka Allah akan membangkitkannya, oleh karena itu tidur sama dengan mat

Item Type: Thesis (Laporan)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr. Supliadi
Date Deposited: 21 Sep 2019 15:22
Last Modified: 21 Sep 2019 15:22
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/20578

Actions (login required)

View Item View Item