Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

ADAT MARHORJA DALAM PERKAWINANAN DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM ( STUDI DI DESA SUNGAI KUMANGO KECAMATAN TAMBUSAI KABUPATEN ROKAN HULU )

YUSRA HAIRANI (2017) ADAT MARHORJA DALAM PERKAWINANAN DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM ( STUDI DI DESA SUNGAI KUMANGO KECAMATAN TAMBUSAI KABUPATEN ROKAN HULU ). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER (1).pdf

Download (501kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN (1).pdf

Download (152kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK (1).pdf

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR (1).pdf

Download (367kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI (1).pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I (1).pdf

Download (479kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II (1).pdf

Download (364kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III (1).pdf

Download (632kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (490kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V (1).pdf

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA (1).pdf

Download (253kB) | Preview

Abstract

Yusra Hairani, (2017): Adat Marhorja Dalam Perkawinanan Ditinjau Menurut Hukum Islam (Studi di Desa Sungai Kumango Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu ) Penelitian ini mengkaji tentang tradisi masyarakat di Desa Sungai Kumango Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Adat Marhorja adalah upacara pelaksanaan pelepasan mempelai perempuan yang sudah melakukan aqad pernikahan, adat ini dilakukan oleh mempelai perempuan beserta rombongannya (pemuka adat). Pelaksanaan dan akibat Adat Marhorja ini adalah apabila kedua orang tua pengantin tidak menebarkan beras terhadap kedua pengantin maka pernikahan mereka tidak mendapat keberkahan dan restu dari kedua orang tuanya dan rumah tanggganya nanti akan tidak rukun, sebelum pemberangkatan dilaksanakan kedua mempelai meminta maaf kepada kedua orang tuanya dan pada saat itu kedua orang tuanya menangis dengan meratapi anaknya yang akan diberangkatkan seolah-olah kedua orang tuanya sangat sedih melepaskan anaknya, Dengan mengumandangkan adzan, maka kewajiban oragtua terhadap anaknya (mempelai wanita) telah lepas kepada suaminya dan sebagai pertanda dihadapan masyarakat bahwa mereka sudah sah menjadi suami isteri. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan adat Marhorja dalam perkawinan, akibat yang ditimbulkan oleh adat Marhorja dan Tinjauan hukum Islam terhadap hal tersebut di Desa Sungai Kumango Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), metode analisa data penelitian ini dilakukan dengan teknik analisa data kualitatif penelitian ini bertempat di Desa Sungai Kumango Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu, mulai tahun 2009-2016, yang berjumlah 15 orang tokoh adat, 50 orang yang melakukan adat Marhorja dari populasi dengan dengan tenik menggunakan teknik Random Sampling. Kemudian untuk mengumpulkan data penulis menggunakan teknik, Wawancara, Observasi, dan Studi Pustaka. Berdasarkan hasil penelitian penulis berkesimpulan bahwa pelaksanaan adat Marhorja dalam perkawinan dan akibat yang ditimbulkan dari tradisi adat Marhorja ditinjau menurut hukum Islam yaitu pelaksanaan adat Marhorja sesuai dengan hukum Islam, dikarenakan 1. Penebaran beras kuning oleh kedua orang tua mempelai terhadap kedua mempelai hikmahnya supaya rumah tangga mereka nantinya mendapat berkah karena restu kedua orang tuanya. 2. Kedua mempelai meminta maaf kepada kedua orang tua mempelai pada saat itu orang tua mempelai menagis dengan meratapi anaknya karena anaknya akan di berangkatkan seolah-olah dia tidak ikhlas karena kepergian anaknya. 3. Orangtua mempelai perempuan menyerahkan anak gadisnya kepada suaminya di pintu rumah. Setelah kedua mempelai di pintu rumah mempelai wanita, salah satu hatobangon (pemuka adat) “mengumandangkan adzan” di hadapan kedua mempelai, kemudian sewaktu lafal hayya ‘alashsholah disitulah tanda kewajiban ii orangtua terhadap anaknya (mempelai perempuan) dilepaskan kepada mempelai laki-laki (suaminya) dan sebagai pertanda di hadapan masyarakat bahwa mereka sudah sah menjadi suami isteri. . Oleh karena itu, dengan melihat akibat yang ditimbulkan dari pelaksanaan adat Marhorja dalam perkawinan di Desa Sungai Kumango Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Penulis mengharapkan kepada masyarakat yang akan datang tetaplah melakukan adat Marhorja, karena adat ini sesuai dengan hukum Islam dan tidak ada dalil bahwa tidak dijelaskan secara tegas pelaksanaan walimah dan hanya diserahkan sesuai dengan adat setempat dan kepada tokoh adat setempat penulis berharap tetap melestarikan adat Marhorja ini untuk memperindah Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Mrs Rina Amelia -
Date Deposited: 20 Sep 2019 17:12
Last Modified: 20 Sep 2019 17:12
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/20538

Actions (login required)

View Item View Item