REAKTUALISASI PEMAHAMAN HADIS TENTANG TAHNĪK

ROBY HABLY, (2017) REAKTUALISASI PEMAHAMAN HADIS TENTANG TAHNĪK. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER (1).pdf

Download (469kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN (1).pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK (1).pdf

Download (696kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR (1).pdf

Download (664kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI (1).pdf

Download (577kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I.pdf

Download (948kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II (1).pdf

Download (844kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BABA III (1).pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (816kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V.pdf

Download (433kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. daftar pustaka.pdf

Download (476kB) | Preview

Abstract

Pada saat kelahiran bayi, disuntikkan vaksin imunisasi terhadap bayi tersebut. Hal ini dilakukan oleh Dokter atau Bidan yang menangani persalinan untuk membentuk sistem imun bayi supaya terbebas dari penyakit. Namun zat-zat yang digunakan dalam pembuatan vaksin tersebut adalah dari bahan-bahan yang diharamkan oleh Islam, namun proses vaksinasi tersebut dihukumi halal oleh ulama karena terdapat rukhsah (darurat), karena belum ditemui bahan-bahan lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh. Tetapi apabila kita melihat kepada sejarah, pada zaman Nabi SAW hidup, tidak pernah terjadi vaksinasi, khususnya kepada bayi baru lahir. Tetapi bayibayi pada masa itu tetap sehat dan tumbuh berkembang dalam keadaan fisik yang sehat. Ini tak lepas dari adanya tindakan yang dilakukan oleh Nabi SAW ketika bayi baru lahir, yaitu menggosokkan kurma yang dikunyah kepada langit-langit bayi. Perbuatan tersebut dikenal dengan istilah tahnīk yang mana hal tersebut adalah sunah Rasulullah SAW yang telah banyak dilupakan oleh umat Islam. Dan tahnīk juga menjadi bahan perdebatan bagi berbagai pihak seperti kalangan anti-vaksin dan provaksin. Menanggapi pro dan kontra tersebut yang menyinggung tentang tahnīk, maka diperlukan untuk memahami kembali tentang tahnīk dari hadi-hadis dan dunia medis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan takhrīj hadis, pemahaman tentang tahnīk menurut ulama dan analisa terhadap tahnīk dari segi kesehatan. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tahnīk bukan hanya sekedar sunah dari Rasulullah SAW, namun memiliki banyak manfaat dari segi kesehatan dan juga dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh terhadap bayi tanpa harus menggunakan vaksin. Hadis-hadis tentang tahnīk diriwayatkan oleh 4 (empat) mukharij, semua hadis tersebut memiliki makna serupa satu sama lain. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan pendekatan takhrīj kepada hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi dan Imam Ahmad bin Hanbal. Hadis riwayat Imam al-Tirmidzī berkualitas Hasan dan riwayat Imam Ahmad bin Hanbal berkualitas Shahīh. Sedangkan untuk mengetahui pemahaman hadis tersebut untuk mendapatkan pendapat ulama, maka dilakukan perujukan kepada kitab-kitab Syarah hadis. Adapun untuk memahami tahnīk dalam bidang kesehatan, maka dirujuk penelitian para ahli medis dari buku-buku kesehatan khususnya tentang imunisasi dan menggali tentang khasiat bahan-bahan yang dilakukan dalam melakukan tahnīk. Dari penelitian tersebut ditemukan sebuah fakta yang mengagumkan kalau tahnīk tidak hanya tentang masalah keberkahan yang dituturkan oleh para ulama, tetapi tahnīk sangat bermanfaat bagi tubuh bayi dan juga merupakan salah satu dari cara imunisasi terhadap bayi yang baru lahir.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr. Supliadi
Date Deposited: 20 Sep 2019 06:18
Last Modified: 20 Sep 2019 06:18
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/20477

Actions (login required)

View Item View Item