PANDANGAN EKONOMI ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN LELANG BENDA JAMINAN PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG H.R.SOEBRANTAS PEKANBARU

Indri Kurniadi, (2011) PANDANGAN EKONOMI ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN LELANG BENDA JAMINAN PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG H.R.SOEBRANTAS PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011231.pdf

Download (422kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “PANDANGAN EKONOMI ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN LELANG BENDAN JAMINAN PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG H.R. SOEBRANTAS PEKNBARU” Skripsi ini dilatarbelakangi karena berkembangnya bisnis pelelangan yang menggunakan prinsip Syariah dan penomena yang terjadi saat ini banyak benda jaminan yang tidak diambil oleh rahin (sipemilik barang) dan menjadikan beban bagi pegadaian dan harus dilakukan pelelangan benda jaminan tersebut. Adanya unsur keadilan dan tidak menzhalimi sangat diperlukan dalam proses pegadaian dan pelelangan. Pelelangan merupakan pola penyelesaian eksekusi marhun (barang jaminan gadai) yang telah jatuh tempo dan akhirnya tidak ditebus oleh rahn. Pelelangan benda jaminan gadai (marhun) di pegadaian syariah dilakukan dengan cara marhun dijual kepada nasabah, dan nantinya marhun diberikan kepada nasabah yang melakukan kesepakatan harga pertama kali. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dan mengetahui proses mekanisme pelelangan benda jaminan gadai di pegadaian Syariah Cabang Soebrantas Pekanbaru dan sebalik nya apakah proses dalam pelelangan jaminan tersebut sudah sesuai dengan prinsip Ekonomi Islam dan ketentunan – ketentuan syariat yang berlaku. Dalam penelitian ini peneliti mengunakan metode wawancara kepada bagian operasional yang langsung terlibat dalam proses pelelangan benda jamin tersebut. Dari hasil wawancara oleh peneliti bahwa proses pelelangan benda jaminan di pegadaian Syariah sebelum dilakukan pelelangan pegadaian memberikan somasi atau surat peringatan kepada si pemilik barang (Rahin) agar melunasi hutangnya dengan tempo waktu tujuh hari sebelum terjadinya pelelangan dan ketika proses pelelangan berlangsung barang jaminan yang tidak di tebus oleh si pemilik barang akan dilelang di depan umum dengan penetapan harga pasar saat ini apabilah barang jaminan tersebut laku terjual dan mendapatkan keuntungan maka sisah dari penjualan tersebut setelah dikurangi biaya administrasi maka sisanya di berikan kepada si pemilik barang dan apabila terjadi kerugian maka si pemilik barang wajib melunasi hutangnya tersebut. Dari mekanisme tersebut peneliti menyimpulkan bahwa pegadaian Syariah sudah sesuai dengan prinsip Syariah karena untung dan rugi sama – sama ditanggung ke dua belah pihak. Suatu kesimpulan dari penelitian ini bahwa proses pelelangan benda jaminan gadai pada pegadaian Syaiah Cabang Soebrantas Pekanbaru lebih baik dan terbuka serta ke dua belah pihak diuntungkan dengn mekanisme tersebut. Saran saya sebagai peneliti supaya pegadaian Syariah Cabang Soebrantas Pekanbaru agar tetap mempertahankan sistem operasional yang suda sesuai dengan prinsip Ekonomi Islam dan terlebih lagi sistem ini harus disosialisasikan di tengah masyarakat supaya melakukan transaksi di Pegadaian Syariah Cabang Soebrantas Pekanbaru.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 27 Jan 2016 04:37
Last Modified: 27 Jan 2016 04:37
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2018

Actions (login required)

View Item View Item