PRAKTEK JUAL BELI MINYAK TANAH DI DESA TARAI BANGUN KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR MENURUT EKONOMI ISLAM

Suryadi, (2011) PRAKTEK JUAL BELI MINYAK TANAH DI DESA TARAI BANGUN KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR MENURUT EKONOMI ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011206.pdf

Download (330kB) | Preview

Abstract

Kebutuhan minyak tanah di Desa Tarai Bangun sangat tinggi hal ini dikarenakan sebagian besar Desa Tarai Bangun belum ada PLN, sehingga minyak tanah sangat diperlukan sebagai sarana penerangan pada malam hari, disamping itu juga dipergunakan untuk keperluan lainnya, dengan kebutuhan masyarakat yang tinggi mengakibatkan terjadinya kelangkaan minyak tanah, disamping itu juga harga minyak tanah relatif tinggi, kemudian berdasarkan informasi di lapangan disinyalir tejadinya penyelewengan pendistribusian minyak tanah. Dengan tingginya permintaan masyarakat akan distributor minyak tanah, sehingga pedagang memanfaatkan keadaan ini untuk memperoleh keuntungan yang tinggi, serta adanya pedagang yang memberikan suap kepada pangkalan untuk memperoleh minyak yang lebih banyak, tanpa melihat akibat dari perbuatan mereka, dengan demikian konsumen/masyarakat merasa dirugikan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui bagaimana praktek jual beli minyak tanah di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar 2. Mengetahui bagaimana tinjauan Ekonomi Islam tentang jual beli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : observasi, wawancara, angket, dokumentasi. Dan metode dalam menganalisa data adalah : deskristif, sedangkan analisa dalam penulisan menggunakan beberapa metode yaitu : metode deskristif, induktif, dan deduktif. Temuan penelitian lapangan yang diperoleh dari praktek jual beli minyak tanah di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Menurut Ekonomi Islam adalah : 1. Adanya kerjasama antara pedagang minyak tanah dengan pangkalan dalam bentuk suap kepada pangkalan minyak. 2. Harga minyak tanah relatif tinggi, melebihi harga standar yang biasa dijual pada umumnya. 3. Masyarakat atau konsumen tidak mempunyai pilihan lain, kecuali membeli minyak tanah dengan harga yang relaif tinggi. Disamping itu menurut Ekonomi Islam praktek jual beli minyak tanah di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar tidak sesuai dengan pandangan syari’ah. Hal ini terjadi karena dengan banyaknya kebutuhan masyarakat akan minyak tanah, pedagang minyak tanah memanfaatkan keadaan ini untuk memperoleh keuntungan yang tinggi. Dengan melakukan penjualan minyak tanah dengan harga yang tinggi. Dengan demikain minyak tanah langka dan pedagang minyak tanah akan melambungkan harga sesuai dengan keinginan mereka. Sehingga konsumen lain akan merasa sangat dirugikan dengan paraktek yang dilakukan oleh pedagang minyak tanah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 27 Jan 2016 03:43
Last Modified: 27 Jan 2016 03:43
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2006

Actions (login required)

View Item View Item