PEMIKIRAN AL-GHAZALI TENTANG GURU

Lastri, (2010) PEMIKIRAN AL-GHAZALI TENTANG GURU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201179.pdf

Download (442kB) | Preview

Abstract

Sepanjang sejarah pemikiran dalam Islam terdapat konsep yang bervariasi tentang guru. Konsep yang bervariasi itu berawal dari perbedaan persepsi dan interpretasi para pemikir, meskipun konsep yang bervariasi itu tetap bertumpu pada al-Qur’an. Salah seorang pemikir muslim yang turut memberikan kontribusi pemikiran dalam merumuskan konsep tentang guru di antaranya adalah al-Ghazali Hujjatul Islam Terkait dengan pemikiran al-Ghazali tersebut, maka masalah pokok yang dikaji dalam Skripsi ini adalah bagaimanakah pemikiran al-Ghazali tentang guru. Untuk menjawab masalah tersebut maka dilakukan penelitian kepustakaan dengan langkahlangkah:( 1) menelusuri literatur yang ada di perpustakaan mengenai pemikiran al-Ghazali tentang guru baik berupa primer dan skunder, (2) membaca dan menelaah buku-buku yang telah dikumpulkan, kemudian dicatat/kutip dan diklasifikasikan sesuai dengan masalah penelitian sehingga menjadi suatu kerangka yang jelas dan mudah dipahami kemudian bari diberi penganalisaan dan disimpulkan. Setelah data terkumpul dan tersusun secara sistematis, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan Analytic Sintesis, dalam melakukan analytic berarti penulis menggambarkan dan menguraikan pemikiran al-Ghazali tersebut tentang guru, kemudian melakukan Sintesis dengan memanfaatkan pendapat-pendapat para tokoh untuk diambil perbandingan. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa Menurut al-Ghazali, adapun tugas dan tanggungjawab guru, yaitu: (a) memperlakukan mereka seperti memperlakukan anak-anaknya, (b) ia mengikuti teladan dan contoh Rasulullah saw,(c) mencegah murid dari akhlak yang buruk dengan jalan sindiran, sedapat mungkin tidak dengan terangterangan, (d) tidak boleh merendahkan ilmu lain dihadapan murid-muridnya (e) mengajar muid-muridnya hingga batas kemampuan pemahaman mereka.(f)mengajarkan kepada murid yang terbelakang hanya sesuatu yang jelas dan sesuai dengan tingkat pemahamannya. Selain itu, al-Ghazali juga menganjurkan agar seorang pendidik mampu menjalankan tindakan, perbuatan dan kepribadiannya sesuai dengan ajaran dan pengetahuan yang diberikan kepada anak didiknya. Berdasarkan temuan diatas disarankan kepada semua pihak untuk menggali dan mengkaji ulang pemikiran al-Ghazali, sebab pemikiran beliau walaupun dilontarkan pada masa dahulu, tetapi dalam lapangan pendidikan sekarang ini masih relevan dengan perkembangan dan kehidupan manusia pada saat ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa apa yang telah dirumuskan oleh al-Ghazali beberapa ribu tahun yang lalu, masih mempunyai relevansi dengan konsepsi-konsepsi pendidikan modern, khususnya di Indonesia

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 21 Dec 2015 03:48
Last Modified: 21 Dec 2015 03:48
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/20

Actions (login required)

View Item View Item