KONDISI MENTAL REMAJA PASCA PERCERAIAN ORANG TUA DI DESA PEBAUN HULU KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

RISKA PRATAMA, (2017) KONDISI MENTAL REMAJA PASCA PERCERAIAN ORANG TUA DI DESA PEBAUN HULU KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (359kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN.pdf

Download (529kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK.pdf

Download (455kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR.pdf

Download (506kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I.pdf

Download (534kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II.pdf

Download (746kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III.pdf

Download (350kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. BAB IV.pdf

Download (446kB) | Preview
[img] Text
10. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (447kB)
[img]
Preview
Text
11. BAB VI.pdf

Download (254kB) | Preview

Abstract

Setiap orang pasti menginginkan mental yang sehat, agar mampu beradaptasi dengan lingkungan dan alam semesta. Mental yang sehat dapat dari keluarga yang harmonis, keluarga yang penuh dengan rasa aman, tenang, riang dan saling menyayangi diantara anggota keluarganya.Peceraian Orang tua adalah masalah yang sangat berat bagi anak remaja sehingga remaja tidak bisa mengontrol emosinya dan kemudian mengarah pada konflik. Sebagian besar anak-anak korban perceraian cenderung tidak dapat mengontrol emosinya. Karena, orangtua mereka yang sudah bercerai mengakibatkan keinginan untuk melampiaskan rasa frustasinya dengan melakukan hal-hal yang berlawanan dengan peraturan misalnya saja, memberontak, keras kepala, pemarah dan sebagainya. Anak menjadi merasa kurang diperhatikan, misalnyadi sekolah anak sering membolos, bertengkar dengan temannya, jarang pulang kerumah, sering melanggar peraturan sekolah, merokok dan lain-lain. Kondisi mental pada remaja pasca perceraian orang tua sanggatlah terpuruk, trauma dan tertekan. Rumusan masalah ini adalah Bagaimana kondisi mental remaja pasca perceraian orang tua di Desa Pebaun Hulu Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Informan dalam peelitian ini adalah berjumlah 5 orang dan objek dalam penelitian ini adalah Desa Pebaun Hulu di Dusun 1 Dusun II dan Dusun III. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu memberi gambaran tentang kondisi mental remaja pasca perceraian orang tua di Desa Pebaun Hulu Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui Kondisi Mental Remaja Pasca Perceraian Orang tua di Desa Pebaun Hulu Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singigi adalah remaja pasca perceraian Orang tua remaja mengalami mental yang tidak sehat seperti, trauma,stres, dan tidak bersemangat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Kata Kunci : Kondisi Mental Remaja Pasca Perceraian Orang Tua

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 100 Filsafat dan Psikologi > 150 Psikologi > 152 Psikologi Fisiologis
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Ms. Eva Susilawati
Date Deposited: 11 Sep 2019 07:12
Last Modified: 11 Sep 2019 07:12
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/19917

Actions (login required)

View Item View Item