LARANGAN BAGI PEREMPUAN HAID MENURUT IBN HAZM dalam TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI’AH dan RELEVANSINYA dengan KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN

Syahmhartis, (2011) LARANGAN BAGI PEREMPUAN HAID MENURUT IBN HAZM dalam TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI’AH dan RELEVANSINYA dengan KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201144.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Allah menciptakan makhluk berpasangan, laki-laki dan perempuan. Secara anatomis terdapat perbedaan yang mendasar di antara keduanya. Perempuan memiliki rahim, payudara, ovarium (indung telur), haid, hamil, melahirkan, dan menyusui. Sedangkan laki-laki memiliki penis dilengkapi zakar dan sperma untuk pembuahan. Secara biologis haid merupakan siklus reproduksi yang menandai seorang perempuan sehat dan berfungsinya organ-organ reproduksi perempuan. Namun, dibalik keluarnya darah haid tersebut ada aturan syar’i yang timbul, yakni berupa larangan-larangan dalam melakukan ibadah dalam arti yang luas. Larangan-larangan tersebut terbagi dua, yakni larangan dalam aspek ibadah seperti larangan shalat, puasa, tawaf, membaca, menyentuh dan membawa al-Qur’an, serta larangan masuk masjid dan aspek munakahah seperti larangan melakukan hubungan suami–istri serta suami dilarang menjatuhkan talak kepada istri yang sedang haid. Ulama fikih berbeda pendapat tentang persoalan tersebut. Tesis ini berusaha untuk mengetahui jawaban bagaimana pandangan ibn Hazm tentang larangan bagi perempuan haid yang dibatasi pada permasalahan larangan membaca dan menyentuh al-Qur'an serta larangan masuk masjid ditinjau dari maqashid al-syari'ah . Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini, adalah penelitian pustaka (library research) dengan metode content analysis, dan deduktif, induktif. Hasil analisis penelitian pustaka ini mengacu pada dalil nash yang dipahami oleh imam mazhab serta argumen mereka dan membandingkannya dengan pandangan ibn Hazm . Karena penelitian ini merupakan studii tokoh perlu dilakukan pendekatan social history untuk menghampiri pemikiran sang tokoh yang tidak dapat dipisahkan dari background kehidupan yang mengitarinya, serta analisis dari aspek maqashid syari’ah dan menjadikan konsepsi Syatibi sebagai pisau analisis konsep maqashid al syari'ah , khususnya maqashid al-kuliah al-khamsah. Sementara pemilihan atas pemikiran ibn Hazm , tidak lepas dari pemikirannya yang berbeda dengan pemikiran imam mazhab pada umumnya, dan keteguhannnya berpegang kepada dalil nash. Pada bagian akhir tesis ini, penulis menarik beberapa poin kesimpulan antara lain menurut ibn Hazm perempuan haid boleh menyentuh dan membaca al-Qur'an. karena mushaf boleh disentuh oleh orang yang suci dan orang yang dalam keadaan tidak suci. argumen yang dipakai oleh ulama yang melarang menyentuh al-Qur'an ( )لا یمسسھ الا المطھرنmaka menurutnya dalil tersebut tidak dapat diterima . Karena ayat ini tidak bersifat perintah, akan tetapi bersifat khabar, dan tidak dibenarkan merubah makna ayat yang bersifat khabar kepada perintah, kecuali dengan nash yang jelas atau ijma’ yang disepakati Selanjutnya menurut Ibnu hazm boleh saja bagi perempuan haid memasuki masjid. dengan argumentasi berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tentang perempuan yang baru masuk islam dan tinggal di masjid . Ibn Hazm berkata bahwa perempuan tersebut mengalami haid, namun Rasullullah tidak melarang mereka tinggal di dalam masjid. Dalam hal ini perlu dimaklumi bahwa semua yang tidak dilarang Rasulullah adalah boleh. Selain tempat beribadah kepada Allah, masjid juga berfungsi sebagai tempat diselenggarakannya pendidikan (majlis ta’lim), dakwah dan kegiatan-kegiatan social. Dengan demikian , membolehkan perempuan haid masuk masjid selain tujuan shalat ditinjau dari segi maqashid syari'ah adalah termasuk memelihara akal (Hifz al-aql) dan hifz al-dhin.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.125 Hadits
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 26 Dec 2015 07:54
Last Modified: 26 Dec 2015 07:54
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/189

Actions (login required)

View Item View Item