PEMIKIRAN AL-GHAZALI TENTANG MEKANISME PASAR DALAM ISLAM

Misdi Rianto, (2010) PEMIKIRAN AL-GHAZALI TENTANG MEKANISME PASAR DALAM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201172.pdf

Download (405kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “PEMIKIRAN AL-GHAZALI TENTANG MEKANISME PASAR DALAM ISLAM”. Bagi al-Ghazali, pasar berevolusi sebagai bagian dari “Hukum Alam” segala sesuatu, yakni sebuah ekspresi berbagai hasrat yang timbul dari diri sendiri untuk saling memuaskan kebutuhan ekonomi. Kedalaman dan keluasan pandangan al-Ghazali tentang mekanime pasar dapat kita lihat dari kutipannya ini,”Jika petani tidak mendapatkan pembeli barangnya, maka ia akan menjualnya pada harga yang lebih murah”. Dalam skripsi ini yang menjadi pokok permasalahan yaitu “Bagai mana pemikiran al-Ghazali tentang mekanisme pasar dan refleksi pemikirannya pada kehidupan modern saat ini”. Dalam skripsi ini yang menjadi tujuan adalah untuk mengtahui pemikiran al-Gazali tentang mekanisme pasar. Dan refleksi pemikirannya pada saat ini. Dalam penyelesaian skripsi ini penulis mengumpulkan data dengan cara penelitian perpustakaan (library research), yakni dengan cara menelaah buku yang dikarang oleh al-Ghazali, ditambah dengan buku-buku lain yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Dalam menganalisa data-data tersebut penulis mengumpulkan informasi aktul secara terinci dari data yang diperoleh, kemudian di analisa dengan metode content analisis. Dengan demikian dalam skripsi ini penulis dapat menyimpulkan bahwa: 1.Menurut Al-Ghazali mekanisme pasar adalah harga yang berlaku, ditentukan oleh praktek-praktek pasar, yamg dibentuk oleh teori permintaan dan penewaran. 2.Teori permintaan al-Ghazali yang turun dari kiri atas ke kanan bawah, dijelaskannya ”harga dapat diturunkan dengan mengurangi permintaan”. Sedangkan teori penawaran al-Ghazali, yaitu naik dari kiri bawah ke kanan atas, yang dinyatakannya ”jika petani tidak mendapatkan pembeli barangnya, ia akan menjual pada harga yang lebih murah”. 3. Bagi al-Ghazali, keuntungan (ribh) atau laba, merupakan kompensasi dari kesulitan perjalanan, resiko bisnis dan ancaman keselamatan si pedagang. Meskipun al-Ghazali menyebut keuntungan dalam tulisannya, tetapi kita bisa paham, bahwa yang dimaksudkannya adalah harga. Artinya, harga bisa dipengaruhi oleh keamanan perjalanan, resiko, sebagainya. Perjalanan yang aman akan mendorong masuknya barang impor dan menimbulkan peningkatan penawaran, akibatnya harga menjadi turun. 4. Keseimbangan pasar bagi al-Ghazali, terjadi ketika penawaran dan permintaan terhadap produk petani dalam keadaan rela sama rela (ridho). 5. Al-Ghazali selain seorang sufisme, beliau juga ahli ekonomi, maka beliau pantas digelar sebagai bapak ekonomi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 26 Jan 2016 02:28
Last Modified: 26 Jan 2016 02:28
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/1882

Actions (login required)

View Item View Item