WARITS BEDA AGAMA MENURUT IBN QAYYIM AL-JAUZIYYAH DITINJAU DARI SEGI MASHLAHAT DAN RELEVANSINYA DENGAN IJTIHAD KONTEMPORER

Hamdan, (2011) WARITS BEDA AGAMA MENURUT IBN QAYYIM AL-JAUZIYYAH DITINJAU DARI SEGI MASHLAHAT DAN RELEVANSINYA DENGAN IJTIHAD KONTEMPORER. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201138.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “warits beda agama menurut Ibn Qayyim al-Jauziyyah ditinjau dari segi mashlahat dan relevansinya dengan ijtihad kontemporer”. Latar belakang lahirnya keinginan untuk meneliti disebabkan Ibn Qayyim berbeda pendapat dengan jumhur ulama dan madzhab yang empat tentang kewarisan muslim dari kerabat kafir dzimmi. Banyak orang muslim yang orang tuanya atau kerabatnya masih kafir, bahkan yang tinggal di negara kafir. Ketika mereka meninggal, secara undang-undang positif anaknya berhak menerima warisan orang tua atau kerabatnya, sementara dalam hadits secara umum melarang untuk saling mewarisi penganut dua agama yang berbeda. Seseorang yang baru masuk Islam (muallaf) banyak yang hidupnya “paspasan”, padahal harta orang tuanya atau saudaranya yang kafir itu cukup banyak. Satu sisi, ia amat memerlukan uang itu, di sisi lain Nabi mengingatkan agar tidak diterima. Lalu, persoalan lainnya ialah bila uang itu tidak diambil anaknya, negara akan memberikannya kepada lembaga-lembaga keagamaan, LSM, mungkin misionaris, sebagai dana “pemurtadan umat”. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu dilakukan dengan menela’ah karya-karya Ibn Qayyim al-Jauziyyah yang sesuai dengan obyek kajian tesis ini. Adapun sumber data yang digunakan sebagai data primernya adalah Kitab Ahkâm Ahli Dzimmah karangan Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Disamping itu, karena kajian ijtihad ibn Qayyim al-Jauziyyah tersebut tidak terlepas dari kajian ushul fiqih dan fiqih pada khususnya, maka untuk itu, penulis menggunakan pula sumber-sumber lain terdekat yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti dan ditempatkan sebagai sumber data sekunder. Adapun data sekunder tersebut antara lain ‘Ilâm al-Muwaqqi’în, al Mustashfâ, al-Muwâfaqât fi Ushûl asy-Syarî’h, dan kitab-kitab ushul fiqih, fiqih yang berkaitan dengan penelitian ini. Pendekatan dan analisa yang digunakan berdasarkan strukturalisme genetik (memahami pandangan mujtahid tentang produk ijtihad dalam tulisan-tulisannya) dan menggunakan teknik content alysis (analisa isi) atas standar kerangka teori ushul fiqih. Langkah-langkah penelitian ini adalah mengumpulkan data dari beberapa kitab tersebut dan ditempatkan pada sub-sub bahasan penelitian tesis ini, kemudian data diolah secara kritis dan mendalam untuk dapat mengetahui bagaimana ijtihad Ibn Qayyim dan pendapat ulama madzhab tentang warits beda agama secara rinci, menyebutkan dalil-dalil dan tunjukan dalil-dalil (wajh ad-dilâlah) tiap-tiap pendapat secara tersendiri, mendiskusikan dalil-dalil (munâqasyât al-adillah) tiap-tiap pendapat secara tertib, menyempurnakan pembahasan diskusi jika diperlukan, mengambil mana pendapat yang paling kuat (tarjîh) antara tiap-tiap pendapat tersebut dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian atau temuan dalam kesimpulan bahwa boleh mewarisi muslim dari kerabatnya yang kafir bukan sebaliknya. Hal ini dapat dilihat dari segi takhsish nash dengan mashlahah. Bahwa nash hadits tentang tidak warits mewarisi antara muslim dan kafir yang bersifat umum dapat ditahsiskan dengan mashlahat ta‘lîf wa targhîb fî al-Islâm yaitu keinginan mereka sendiri untuk masuk Islam menjadi makin kuat bagi siapa yang ingin masuk Islam dan upaya mereka (kafir) untuk menghalang-halangi saudaranya dari masuk Islam semakin melemah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 26 Dec 2015 07:52
Last Modified: 26 Dec 2015 07:52
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/188

Actions (login required)

View Item View Item