KASUS NAJASY DI PASAR CIK PUAN PEKANBARU DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMIKIRAN IBNU QUDAMAH

Nur Utama Putri, (2010) KASUS NAJASY DI PASAR CIK PUAN PEKANBARU DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMIKIRAN IBNU QUDAMAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201153.pdf

Download (514kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kasus Najasy di Pasar Cik Puan Pekanbaru dan Relevansinya dengan Pemikiran Ibnu Qudamah”. Islam adalah suatu sistem yang menyeluruh dan mencakup semua aspek kehidupan manusia. Ia memberikan bimbingan dalam semua bidang kehidupan. Hal ini tidak hanya dapat disimpulkan dari hukum-hukum Islam, akan tetapi sumber-sumber hukum Islam itu sendiri menekankannya. Salah satu jenis usaha yang disebutkan didalam Al-Qur’an adalah jual beli (perdagangan) dan tata cara pelaksanaannya. Untuk menjaga kemaslahatan antara penjual dan pembeli yang melakukan transaksi, didalam ajaran Islam dibolehkan kedua belah pihak untuk melakukan tawar-menawar asalkan terjadi suka sama suka dan tidak ada unsur penipuan seperti dalam praktek Najasy. Penelitian ini adalah berbentuk penelitian pustaka (Library Research) yang direlevansikan dengan studi kasus penelitian lapangan (Fild Research) yang dilakukan di Pasar Cik Puan Pekanbaru. Adapun alasan mengapa pasar ini yang dijadikan sebagai lokasi penelitian, karena Pasar Cik Puan adalah salah satu pasar tradisional yang ramai pembelinya dan terletak ditengah kota, serta juga penulis mendapat informasi dari beberapa sumber tentang seringnya praktek Najasy terjadi di pasar tersebut. Dalam penelitian ini penulis mengambil sumber dari kasus-kasus Najasy dan Sampling mereka yang pernah mengalami di masyarakat umum seperti pembeli dan penjual serta oknum-oknum yang terkait. Kemudian yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku praktek Najasy yang beroperasi di Pasar Cik Puan Pekanbaru. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini penulis menggunakan : 1. Wawancara, yaitu penulis melakukan tanya jawab langsung kepada para pelaku, korban, serta sumber-sumber yang terkait yang menurut penulis dirasa perlu. 2. Observasi, yaitu dengan mengadakan pengamatan dilapangan terhadap gejala yang ada dilapangan. 3. Studi Kepustakaan, penulis mencari bahan-bahan sebagai buku rujukan yang terkait dan berhubungan dengan masalah pelaksanaan jual beli Najasy. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa para pelaku praktek Najasy di Pasar Cik Puan Pekanbaru tidak memikirkan akibat atau dampak dari apa yang mereka perbuat terhadap masyarakat yang berbelanja, seperti menipu harga barang yang tidak sesuai dengan kualitas barang dan dosa yang harus mereka pertanggung jawabkan kelak diakhirat. Praktek Najasy yang terjadi di Pasar Cik Puan Pekanbaru, sesuai dengan pendapat Ibnu Qudamah tentang bagaimana praktek Najasy yang dikemukakan oleh Ibnu Qudamah, yaitu seseorang memberikan harga yang lebih pada barang dagangan dan dalam dirinya tidak ada maksud untuk membelinya, dia hanya ingin memberikan manfaat kepada si penjual (agar ada pembeli yang melebihi dari harganya) dan merugikan si pembeli. Hanya saja Ibnu Qudamah lebih membahas praktek Najasy yang dilakukan oleh pedagang, sedangkan kasus Najasy yang terjadi di pasar Cik Puan Pekanbaru dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Dari sisi pandangan ekonomi Islam, dapat dikatakan bahwa praktek Najasy yang terjadi di Pasar Cik Puan Pekanbaru tidak sesuai dengan ajaran hukum Islam yang sebenarnya, mereka para pelaku menempuh jalan yang salah untuk mendapat keuntungan tanpa memikirkan pertanggung jawabannya kelak di akhirat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 26 Jan 2016 02:17
Last Modified: 26 Jan 2016 02:17
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/1871

Actions (login required)

View Item View Item