PERSEPSI PEMUDA TENTANG KADAR MAMPU SEBAGAI SYARAT LAYAK UNTUK MENIKAH DITINJAU MENURUT FIQIH MUNAKAHAT (StudiDi Desa Parit Baru Kec. Tambang)

MUHAMMAD BADRIMAN, (2018) PERSEPSI PEMUDA TENTANG KADAR MAMPU SEBAGAI SYARAT LAYAK UNTUK MENIKAH DITINJAU MENURUT FIQIH MUNAKAHAT (StudiDi Desa Parit Baru Kec. Tambang). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER__2018541AH.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN__2018541AH.pdf

Download (241kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK__2018541AH.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR__2018541AH.pdf

Download (297kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI__2018541AH.pdf

Download (266kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I__2018541AH.pdf

Download (414kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II__2018541AH.pdf

Download (232kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV__2018541AH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (702kB)
[img]
Preview
Text
8. BAB III__2018541AH.pdf

Download (702kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. BAB V__2018541AH.pdf

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA__2018541AH.pdf

Download (232kB) | Preview

Abstract

Pernikahan merupakan sunnatullah yang umum dan berlaku pada semua makhluk-nya, baik pada manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. ia adalah suatu cara yang di pilih oleh allah swt, sebagai jalan bagi makhluk-nya untuk berkembang biak dan melestarikan hidupnya Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya pemuda di Desa Parit Baru yang belum menikah padahal dari segi umur mereka sudah seharusnya menikah dan memiliki keluarga akan tetapi mereka belum juga menikah.Penelitian ini dilakukan di Desa Parit Baru Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah yang pertama bagaimana persepsi pemuda tentang kadar mampu sebagai syarat layak untuk menikah dan apa faktor yang melatar belakangi persepsi pemuda tentang kadar mampu sebagai syarat layak untuk menikah di Desa Parit Baru Kec.Tambang, dan yang keduabagaiamana tinjauan fiqih munakahat terhadap persepsi pemuda tentang kadar mampu sebagai syarat layak untuk menikah di Desa Parit Baru Kec.Tambang. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana persepsi pemuda tentang kadar mampu sebagai syarat layak untuk menikah dan apa faktor yang melatar belakangi persepsi pemuda tentang kadar mampu sebagai syarat layak untuk menikah di Desa Parit Baru Kec.Tambang, dan yang kedua untuk mengetahui bagaiamana tinjauan fiqih munakahat terhadap persepsi pemuda tentang kadar mampu sebagai syarat layak untuk menikah di Desa Parit Baru Kec.Tambang. Penelitian ini bersifat Field Research (penelitian lapangan). Adapun subjek penelitian ini adalah pemuda yang ada di Desa Parit Baru, sedangkan objek pada penelitian ini adalah alasan pemuda berbeda-beda pendapat tentang kadar mampu sebagai syarat layak untuk menikah. Populasi dalam penelitian ini adalah pemuda-pemuda yang belum menikah karena alasan “belum mampu” yang ada di Desa Parit Baru mampu disini maksudnya dalam artian belum mampu (ba’ah) dari segi ekonomi atau nafkah belanja, yang berjumlah 102 orang pemuda. Penarikan sampel dilakukan dengan metode Purposive Samplingyaitu salah satu metode penarikan sampel dengan cara memilih atau menentukan orang-orang yang memang berkompeten diantara pemuda-pemuda yang ada didalam populasi untuk dijadikan sebagai sampel dan juga agar lebih jelasnya peneliti mengklasifikasikan umur pemuda-pemuda yang akan dijadikan sampel yaitu umur 25 tahun sampai umur 35 tahun, jadi didapatkan sebanyak 40 orang pemuda yang menjadi sampel, dari pemuda-pemuda yang belum menikah karena alasan belum mampu, Di tambah dengan pihak lain yang mengetahui perangkat desa 1 orang, dan tokoh masyarakat 1 orang. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, angket, dan studi pustaka. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif dan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyebab para pemuda Desa Parit Baru menunda-nunda pernikahan yaitu disebabkan oleh faktor ekonomi yang sulit dan tidak memadai, dan juga para pemuda yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap dan banyaknya pengangguran, dan para pemuda juga banyak yang tidak mengetahui dan memperdulikan hukum dari penundaan menikah,padahal menikah adalah hal yang amat disukai oleh Allah swt dan juga sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Dalam tinjauan fiqih munakahat persepsi pemuda Desa Parit Baru tentang kadar mampu sebagai syarat layak untuk menikah tidak sesuai atau selaras dengan hukum fiqih munakahat karena didalam hukum fiqih munakahat apabila ada seseorang yang belum menikah maka dianjurkan untuk sesegera mungkin untuk mencari pasangan atau menikah untuk mencegah dirinya dari sesuatu yang akan menjurus kepada perbuatan yang dilarang oleh syari’at islam. Jika mereka (para pemuda) beralasan belum sanggup untuk menikah dikarenakan mereka tidak memiliki biaya maka Allah swt telah menjamin mereka akan dimampukan Allah swt dengan karunianya yang akan datang dari segala arah dan tidak akan disangka-sangka karena rezeki Allah itu luas dan janji Allah itu pasti asalkan kita sebagai manusia itu mau berusaha dan selalu meminta hanya kepadanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Mrs Rina Amelia -
Date Deposited: 27 Aug 2019 04:52
Last Modified: 27 Aug 2019 04:52
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/18443

Actions (login required)

View Item View Item