Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

Hak Waris Pembunuh Akibat Khilaf Studi Komparatif antara Imam Malik dan Imam Syafi’i

Muhammad Alfis (2018) Hak Waris Pembunuh Akibat Khilaf Studi Komparatif antara Imam Malik dan Imam Syafi’i. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. 2018150THK_COVER.pdf

Download (313kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. 2018150THK_KATA PENGANTAR.pdf

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. 2018150THK_DAFTAR ISI.pdf

Download (306kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. 2018150THK_ABSTRAK.pdf

Download (378kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. 2018150THK_BAB I.pdf

Download (466kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. 2018150THK_BAB II.pdf

Download (775kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. 2018150THK_BAB III.pdf

Download (594kB) | Preview
[img] Text
9. 2018150THK_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (883kB)
[img]
Preview
Text
10. 2018150THK_BAB V.pdf

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. 2018150THK_Daftar pustaka.pdf

Download (346kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; untuk mengetahui pendapat imam Malik dan imam Syafi’i tentang hak waris pembunuh akibat khilaf, untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi imam Malik dan imam Syaf’i dalam menetapkan hak waris pembunuh akibat khilaf. Penelitian ini merupakan peneltian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode conten analysis. Adapun sumber data primer yaitu kitab al-Muwatha’ dan al-Umm. Sedangkan sumber data sekundernya kitab-kitab fiqh, buku, majalah maupun arsip yang berhubungan dengan penelitian hak waris pembunuh akibat khilaf. Dan sumber data tersier seperti kamus hukum, ensiklopedia dan lain-lainnya. Berdasarkan analisa yang telah penulis lakukan, maka hasil penelitian adalah pertama: menurut imam Malik pembunuh akibat khilaf berhak mendapatkan harta warisan dari orang yang dibunuhnya, tetapi tidak mewarisi diyat yang dibayarnya. Sedangkan menurut imam Syafi’i pembunuh secara mutak tidak mendapatkan harta warisan dari orang yang dibunuhnya, apapun jenis dan bentuk pembunuhannya, termasuk pembunuh akibat khilaf. metode istimbath yang digunakan oleh imam Malik tentang pembunuhan akibat khilaf adalah al-Quran, hadits dan ijma’. Sedangkan metode istinbath imam Syafi’i tentang pembunuhan akibat khilaf adalah al-Quran dan keumuman hadits yang melarang pembunuh menerima warisan. Kedua: faktor yang mempengaruhi imam Malik dan imam Syafi’i dalam menetapkan hak waris pembunuh akibat khilaf adalah interpretasi makna al-qaatil dalam hadits yang dijadikan hujjah dan lingkungan tempat tinggal imam Malik dan imam Syafi’i hidup. imam Malik dan Imam Syafi’i sama-sama mengakui bahwa pembunuh tidak dapat mewarisi harta dari orang yang dibunuhnya dan tidak mendapatnya warisan bagi si pembunuh berdampak positif bagi ketentraman kehidupan masyarakat. dan menurut penulis pendapat yang paling rajih adalah pendapat imam Malik.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Ms. Melda Fitriana
Date Deposited: 26 Aug 2019 04:57
Last Modified: 26 Aug 2019 04:57
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/18225

Actions (login required)

View Item View Item