PERBANDINGAN HUKUM KHUTBAH JUM’AT MENURUT IMAM AL-QURTUBI DAN ASY-SYAUKANI

MOHD SAYUTI BIN ABD RANI, (2018) PERBANDINGAN HUKUM KHUTBAH JUM’AT MENURUT IMAM AL-QURTUBI DAN ASY-SYAUKANI. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER__2018501PMH.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN__2018501PMH.pdf

Download (452kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK__2018501PMH.pdf

Download (310kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR__2018501PMH.pdf

Download (377kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI__2018501PMH.pdf

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I__2018501PMH.pdf

Download (504kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II__2018501PMH.pdf

Download (589kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III__2018501PMH.pdf

Download (798kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV__2018501PMH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (566kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V__2018501PMH.pdf

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA__2018501PMH.pdf

Download (356kB) | Preview

Abstract

Latar belakang penulis mengangkat permasalahan ini adalah karena penulis melihat bahwa tidak ramai anggota masyarakat yang kurang faham mengenai hukum khutbah jumaat. Maka, fonomena ini menarik perhatian penulis untuk mengkaji dalam sebuah penelitian : Pertama, bagaimana hukum khutbah jum’at menurut Imam al-Qurthubi dan Asy-Syaukani. Kedua, bagaimana dalil Imam al-Qurtubi dan Asy-Syaukani mengenai hukum khutbah Jum’at. Ketiga, bagaimana analisis hukum khutbah Jum’at menurut Imam al-Qurtubi dan Asy-Syaukani. Penelitian ini adalah bersifat Library Reseach iaitu studi kepustakaan dan sumber primer dalam kajian ini adalah Kitab Al-Jum’ah dan Kitab al-Hakim adz-Dhahabi dan al-Bani. Manakala sumber kedua pula diperoleh dari pelbagai literarur yang ada kaitannya dengan permasalahan penelitian ini. Menurut Imam al-Qurthubi hukum menyelenggarakan khutbah jum’at adalah wajib kerana merupakan syarat sah untuk melaksanakan ibadah jum’at. Sedangkan menurut Imam Syaukani, hukum menyelenggarakan khutbah jum’at itu bukanlah wajib melainkan sunnah. Dari hasil penelitian ini, penulis berpendapat bahwa pandangan Imam al-Qurthubi lebih kuat untuk diamalkan kerana didukung oleh syariah baik nash maupun jiwanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mrs Rina Amelia -
Date Deposited: 26 Aug 2019 04:50
Last Modified: 26 Aug 2019 04:50
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/18216

Actions (login required)

View Item View Item