PENGUJIAN BIOKONTROL CENDAWAN ANTAGONIS TERHADAP CENDAWAN PATOGEN SECARA IN VITRO DAN IN VIVO

RIA GUSTIANI, (2017) PENGUJIAN BIOKONTROL CENDAWAN ANTAGONIS TERHADAP CENDAWAN PATOGEN SECARA IN VITRO DAN IN VIVO. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER (1).pdf

Download (735kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN (1).pdf

Download (711kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK (1).pdf

Download (500kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR (1).pdf

Download (337kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI (1).pdf

Download (409kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I (1).pdf

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II (1).pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III (1).pdf

Download (539kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V (1).pdf

Download (358kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA (1).pdf

Download (381kB) | Preview

Abstract

Biokontrol adalah salah satu metode untuk mengendalikan patogen dengan menggunakan organisme lain yang bersifat antagonis (berlawanan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan cendawan antagonis (Fomitopsis, Cerrena sp. dan Trichoderma sp.) dalam menghambat cendawan patogen (Phellinus noxius, Ganoderma philippii, Ceratocystis sp. dan Botryosphaeria sp.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2015sampai Maret 2016di laboratorium Plant Protection DepartementPT. Arara Abadi. Metode dalam penelitian ini yaitu eksperimen yang dilakukan dengan cara pengujian biokontrol (dual culture) pada cendawan antagonis dan cendawan patogen secara In vitrodan In vivo. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan kedua cendawan, persentase penghambatan dan mekanisme antagonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara In vitroketiga cendawan antagonis menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih baik dari cendawan patogen, dan persentase penghambatan dari ketiga cendawan anatagonis didominasi oleh cendawan Trichoderma sp. selanjutnya diikuti oleh Cerrena sp. dan Fomitopsis. Mekanisme antagonisme dari ketiga cendawan antagonis menunjukkan mekanisme kompetisi (ruang, nutrisi, oksigen), lisis dan parasitisme. Secara In vivocendawan antagonis Fomitopsis menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih baik diikuti Cerrena sp. dan Trichoderma sp..Secara In vitro urutan penghambatan cendawan antagonis Trichoderma sp., Cerrena sp., dan Fomitopsismampu menghambat cendawan patogen, sedangkan urutan penghambatan secara In vivo cendawan antagonis Fomitopsis, Cerrena sp., dan Trichoderma sp. mampu mengambat pertumbuhan cendawan patogen. Uji secara In vitro tidak semestinya menghasilkan hasil yang sama dengan secara In vivo. Perlu dilakukan penelitian di lapangan langsung menggunakan tanaman Acacia atau Eucalyptussebagai tanaman uji.Kata kunci: Biokontrol, cendawan antagonis, cendawan patogen, In vitro dan In vivo

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 630 Usaha Tani, Pertanian, Teknologi Pertanian > 630.7 Pendidikan Pertanian, Riset Penelitian Pertanian
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Agroteknologi
Depositing User: Mr. Supliadi
Date Deposited: 26 Aug 2019 04:20
Last Modified: 26 Aug 2019 04:20
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/18170

Actions (login required)

View Item View Item