PERANAN PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) DALAM PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI KOTA PEKANBARU

DELI FARDILLA, (2017) PERANAN PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) DALAM PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI KOTA PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER_2017252ADN.pdf

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PERSETUJUAN (1).pdf

Download (348kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK (1).pdf

Download (120kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR (1).pdf

Download (400kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI (1).pdf

Download (134kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I (1).pdf

Download (345kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II (1).pdf

Download (556kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III (1).pdf

Download (221kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. BAB IV (1).pdf

Download (281kB) | Preview
[img] Text
10. BAB V (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (760kB)
[img]
Preview
Text
11. BAB VI (1).pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. DAFTAR PUSTAKA (1).pdf

Download (199kB) | Preview

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan kejahatan serius yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Anak saat ini sering kali menjadi korban dari perbuatan yang tidak manusiawi dan tidak beradab. Lahirnya Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak setidaknya telah memberikan perhatian secara normatif terhadap anak korban kekerasan seksual. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa hal ini merupakan tanggung jawab dari pemerintah untuk melindungi dan menanganinya. Secara lebih khusus Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang pembagian urusan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam Peraturan tersebut melaui SK Walikota No.231 Tahun 2013 pemerintah membentuk suatu lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kota Pekanabaru untuk menyelenggarakan pendampingan terhadap anak korban tindak kekerasan seksual oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pekanbaru sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Pencegahan dilakukan dengan pendampingan advokasi dan pemulihan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dalam Pencegahan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Di Kota Pekanbaru dan untuk mngetahui kendala yang dihadapi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dalam Pencegahan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi yaitu mengamati secara langsung objek yang diteliti, dan data dapat diperoleh melalui wawancara dan informasi dari P2TP2A Kota Pekanbaru yang dilengkapi dan diperkuat dengan dokumen-dokumen serta arsip-arsip yang ada di P2TP2A Kota Pekanbaru. Yang dijadikan populasi adalah jumlah pegawai P2TP2A dan sampel adalah sebagian dari populasi yang dianggap dapat memberikan informasi dan masyarakat sebagai informan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa peran yang dilakukan oleh P2TP2A sudah dijlankan sesuai dengan peraturan tentang perlindungan anak dan programprogramnya yaitu: Memberikan pelayanan medis dan psikolog, perlindungan hukum, menyediakan selter (rumah aman), perlindungan identitas. namun ada juga yang tidak dilaksanakan atau belum berjalan secara maksimal. Dalam menjalankan tugasnya pihak P2TP2 ini juga mengalami kendala yaitu pada biaya dan akses dalam pencapaian korban. Kata Kunci : (P2TP2A), Pelecehan seksual, pencegahan dan pendampingan advokas

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 350 Administrasi Negara, Ilmu Kemiliteran > 351 Administrasi Negara
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Administrasi Negara
Depositing User: Ms. Ernawati
Date Deposited: 26 Aug 2019 04:01
Last Modified: 26 Aug 2019 04:01
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/18144

Actions (login required)

View Item View Item