ANALISIS AKAD JUAL BELI BAI SALAM PADA SEKTOR PERTANIAN PT SAMBU GRUP DI DESA TANJUNG LAJAU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

MAYA NOVRIZA, (2017) ANALISIS AKAD JUAL BELI BAI SALAM PADA SEKTOR PERTANIAN PT SAMBU GRUP DI DESA TANJUNG LAJAU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER_2017166AKN.pdf

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PERSETUJUAN (1).pdf

Download (383kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK (1).pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR (1).pdf

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI (1).pdf

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I (1).pdf

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II (1).pdf

Download (671kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III (1).pdf

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. BAB IV (1).pdf

Download (313kB) | Preview
[img] Text
10. BAB V (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (427kB)
[img]
Preview
Text
11. BAB VI (1).pdf

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. DAFTAR PUSTAKA (1).pdf

Download (255kB) | Preview

Abstract

Bai salam bertujuan untuk mengatasi kendala kepastian harga dan memenuhi kebutuhan petani baik kebutuhan modal ataupun kebutuhan kehidupannya. Dengan cara menjadikan uang secara tunai diawal akad guna untuk mendapat kemaslahatan antara kedua belah pihak antara penjual dan pembeli. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana akad bai salam dilakukan didesa tanjung lajau dan bagaimana peran akad bai salam bagi petani didesa tanjung lajau, serta apakah akad bai salam sudah sesuai dengan PSAK 103. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan purposive sampling, dengan sumber data dari hasil wawancara kepada informan dan juga penyebaran angket kepada responden, Angket disebarkan ke 50 responden, Hasil penelitian menungkapkan bahwa sebanyak 70% responden menyatakan barang tidak sepenuhnya diketahui karakteristiknya saat akad disepakati dan sebanyak 40% responden menyatakan adanya pembebasan hutang, sehingga bai salam tidak sepenuhnya sesuai dengan PSAK 103, sebanyak 46% responden menyatakan akad bai salam dilakukan secara tidak tunai, 68% responden membutuhkan pembiayaan untuk pengadaan input pertanian dan sebanyak 50% petani menggunakan benih dari penyisihan hasil panen sebelumnya, sebanyak 68% responden menyatakan pembayaran pada saat transaksi akad dilakukan sangat membantu dan sebanyak 26% responden menyatakan perekonomiannya cukup meningkat namun responden menyatakan perkonomiannya tidak meningkat sebanyak 12% dan sebanyak 56% responden menyatakan bai salam bagus, sebanyak 58% responden memberikan margin 10%-14%, hanya saja faktor permasalahan yang dihadapi petani saat ini adanya keterbatasan modal dan dapat disimpulkan faktor yang menghambat bai salam yaitu kurangnya modal untuk membayar uang secara tunai dimuka, model pembiayaan yang mungkin bisa digunakan untuk mengurangi ketiadaan modal dengan menggunaka akad salam paralel yang menjadikan pihak ketiga sebagai intermediasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 650 Bisnis > 657 Akuntansi
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Akuntansi
Depositing User: Ms. Ernawati
Date Deposited: 15 Aug 2019 08:05
Last Modified: 15 Aug 2019 08:05
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/17364

Actions (login required)

View Item View Item