PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR CERITA ANAK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN FOLLOW UP QUESTION SISWA KELAS V SD NEGERI 003 TAMPAN KOTA PEKANBARU

Mila Fadhila, (2011) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR CERITA ANAK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN FOLLOW UP QUESTION SISWA KELAS V SD NEGERI 003 TAMPAN KOTA PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011570.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan di SD Negeri 003 Tampan Kota Pekanbaru.ditemui gejala- gejala atau fenomena khususnya pada pelajaran bahasa Indonesia seperti Rendahnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerita. Dari 35 orang siswa hanya 13 orang yang dapat bercerita dengan baik, sedangkan sisanya belum dapat mengidentifikasi unsur-unsur cerita dengan baik. Kurangnya pemahaman siswa dalam memahami aspek-aspek yang terkandung dalam suatu cerita. Seperti anak tidak dapat menyebutkan tema, alur dan sebagainya. Siswa kesulitan dalam menentukan unur-unsur cerita dan kurang kinginannya untuk bertanya pada guru. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan tindakan perbaikan terhadap kemampuan belajar siswa dengan penerapan Strategi Pembelajaran Follow Up Question Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Cerita Anak Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dapat ditingkatkan dengan Strategi Pembelajaran Follow Up Question Siswa Kelas V SD Negeri 003 Tampan Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tindakan yang benar dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur cerita anak siswa kelas V SD Negeri 003 Tampan Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri 003 Tampan Kota Pekanbaru. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas (Class Action Reseach). Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data berupa observasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa terjadinya peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur cerita anak siswa sebelum dilakukan tindakan diperoleh rata-rata klasikal 66,5. Tetapi hanya ada 13 siswa yang tuntas memperoleh nilai KKM (minimal nilai 70). Pada siklus I tetjadi peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur cerita anak siswa dengan rata-rata 69.8, tetapi belum tuntas. Sedangkan pada siklus II tercapai rata-rata nilai 72.6, dan ketuntasan diperoleh 32 siswa. Keadaan ini menunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan strategi Follow Up Question dapat dikatakan berhasil, karena 91% siswa memperoleh nilai di atas 70. Dan keadaan ini telah melebihi indikator keberhasilan yang ditetapkan (yakni minimal 75% siswa memperoleh nilai minimal 70).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 372 Pendidikan Dasar > 372.2 Sekolah Dasar, SD
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 25 Jan 2016 02:44
Last Modified: 25 Jan 2016 02:44
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/1727

Actions (login required)

View Item View Item