PENGARUH PEMBERIAN URINE SAPI PADA KONSENTRASI DAN FREKUENSI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicumL.)

MERI AGUSTINA, (2018) PENGARUH PEMBERIAN URINE SAPI PADA KONSENTRASI DAN FREKUENSI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicumL.). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER_2018242PTN.pdf

Download (230kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGASAHAN_2018242PTN.pdf

Download (422kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK_2018242PTN.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR _2018242PTN.pdf

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI_2018242PTN.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I_2018242PTN.pdf

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II_2018242PTN.pdf

Download (363kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III _2018242PTN.pdf

Download (360kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV_2018242PTN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (433kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V_2018242PTN.pdf

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA_2018242PTN.pdf

Download (394kB) | Preview

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama tanaman sayuran di Indonesia. Pemanfaatan urine sapi untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik penting dilakukan dalam budidaya bawang merah secara berkelanjutan.Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November sampai Januari2018 di Kampar yang beralamat di Dusun V Sei Tibun Desa Koto Tibun Kecamatan Kampar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi urine sapi yang terbaik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, untuk mengetahui frekuensi pemberian urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, dan mengetahui interaksi antara konsentrasi dan frekuensi pemberian urine sapi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL)dua faktordengan empatulangan. Faktorpertama adalah konsentrasi urine sapi (0%, 15%, 30%, 45%, 60%) dan faktor kedua adalah frekuensi pemberian urine sapi (3 kali pemberian dan 4 kali pemberian). Pengamatan dilakukan terhadap sepuluh parameter, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, bobot basah umbi per rumpun, bobot basah umbi per polibeg,bobot kering angin umbi per rumpun, bobot kering angin umbi per polibeg, diameter umbi dan tinggi umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 15% dapat meningkatkan hasil bobot basah umbi per rumpun dan per polibeg (5,91 g dan 11, 83 g), dan meningkatkan hasil bobot kering angin umbi per rumpun dan per polibeg (4,88 g dan 9,77 g). Frekuensi pemberian urine sapi 4kali memberikan hasil yang baik terhadap parameter tinggi tanaman (24,78 cm), jumlah daun (17, 75 helai), bobot basah umbi per rumpun dan per polibeg (4,52 g dan 9,04 g), bobot kering angin umbi per rumpun dan per polibeg (5,46 g dan 10,93 g), diameter umbi (1,23 cm) dan tinggi umbi (2,77 cm). Interaksi antara kontrol dengan frekuensi 4 kali pemberian memberikan hasil terbaik terhadap tinggi umbi bawang merah yaitu (2,277 cm). Kata Kunci: Bawang merah, frekuensi, hasil, konsentrasi, pertumbuhan, urine sapi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 630 Usaha Tani, Pertanian, Teknologi Pertanian > 630.7 Pendidikan Pertanian, Riset Penelitian Pertanian
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Agroteknologi
Depositing User: Mr. Supliadi
Date Deposited: 22 Jul 2019 07:22
Last Modified: 22 Jul 2019 07:22
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/16540

Actions (login required)

View Item View Item