JABATAN DALAM ALQURAN (PERSPEKTIF HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR)

Riki Arnaidi, - (2019) JABATAN DALAM ALQURAN (PERSPEKTIF HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR). Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. PENGESAHAN YANG DARI PASCA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstrak)
4. ABSTRAK 3 BAHASA.pdf - Published Version

Download (615kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. KATA PENGANTAR.pdf

Download (499kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. BAB I.pdf

Download (872kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB II.pdf

Download (837kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB III.pdf

Download (470kB) | Preview
[img] Text (Bab IV)
8. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
9. BAB V.pdf

Download (447kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. DAFTAR KEPUSTAKAAN.pdf

Download (470kB) | Preview

Abstract

Tesis ini mengkaji tentang jabatan dalam Alquran berdasarkan perspektif Hamka dalam Tafsir al-Azhar. Karena dalam Alquran ditemukan banyak ayat-ayat yang bermakna jabatan dengan lafaz di antaranya: imām, uli al-amr, khazā’in, khalīfah, dan malik. Maka sangat menarik untuk mengkaji lebih lanjut ayat-ayat tentang jabatan dalam Alquran sekaligus di lihat dari perspektif Hamka sebagai salah seorang ulama, penulis, politisi, dan pejabat serta mufassir yang sudah mengalami lika-liku jabatan yang telah dilakoninya atau pun jabatan yang ditolaknya. Hal ini untuk mengetahui penafsiran Hamka terhadap ayat-ayat tentang jabatan dalam Alquran, relevansi konsep jabatan menurut Hamka dalam Tafsir al-Azhar dengan kondisi sekarang, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat tentang jabatan. Penelitian ini merupakan library research (penelitian kepustakaan) dengan metode maudhu’iy dan bersifat deskriptif serta melalui pendekatan content analysis (analisis isi buku). Penulis menemukan bahwa penafsiran Hamka dalam Tafsir al-Azhar terhadap ayat-ayat dengan lafaz yang bermakna jabatan yaitu imām (QS. Al-Baqarah, 2: 124) bermakna imamat agama bukan berarti jabatan; uli al-amr (QS. An-Nisā’, 4: 59) bermakna jabatan secara umum, dan (QS. An-Nisā’, 4: 83) bermakna Badan Inteligen Negara; khazāin (QS. Yūsuf, 12: 55) bermakna bendaharawan negeri; khalīfah (QS. Ṣād, 38: 26) bermakna raja yang ditujukan kepada Nabi Dawud a.s; malik (QS. Al-Baqarah, 2: 251 dan QS. Ṣād, 38: 20), bermakna raja yang ditujukan kepada Nabi Dawud a.s, (QS. Al-Baqarah, 2: 246, dan 247) bermakna raja yang ditujukan kepada Talut, (QS. Al-Baqarah, 2: 258), bermakna raja yang ditujukan kepada Namrud; dan QS. An-Naml, 27: 34, bermakna ratu yang ditujukan kepada Balqis serta QS. Al-Qaṣaṣ, 28: 38, bermakna sebagai menteri atau penasehat raja atau penanggung jawab proyek yang ditujukan kepada Haman. Kemudian, relevansi konsep jabatan menurut Hamka dalam Tafsir al-Azhar dengan kondisi sekarang, yaitu berdasarkan kondisi yang terjadi di Negara Indonesia dengan sistem demokrasi yang dianut maka boleh meminta jabatan bagi calon pejabat yang sudah memenuhi persyaratan sebagai pejabat, apapun bentuknya jabatan tersebut. Hal ini disebabkan oleh jabatan merupakan pondasi utama dalam pembangunan kekuasaan dalam Islam. Kemudian, pejabat merupakan pembuat aturan dan pengambil keputusan yang akan menentukan masa depan umat dan bangsa. Selain itu, pejabat juga harus memiliki sifat-sifat teladan sebagai pemimpin. Terakhir, faktor-faktor yang mempengaruhi Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat tentang jabatan, yaitu: pengaruh dari guru-gurunya dan pengalaman-pengalaman hidupnya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Ari Eka Wahyudi
Date Deposited: 22 Jul 2019 03:18
Last Modified: 22 Jul 2019 03:18
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/16439

Actions (login required)

View Item View Item