PENGAWASAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DALAM PENDISTRIBUSIAN GAS LPG 3 KG DI KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

Agus Helmi, - (2019) PENGAWASAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DALAM PENDISTRIBUSIAN GAS LPG 3 KG DI KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (822kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI.pdf

Download (422kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstrak)
5. ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. KATA PENGANTAR.pdf

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. DAFTAR ISI.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. BAB I.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. BAB II.pdf

Download (631kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. BAB III.pdf

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. BAB IV.pdf

Download (492kB) | Preview
[img] Text (Bab V)
13. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (290kB)
[img]
Preview
Text
14. BAB VI.pdf

Download (218kB) | Preview
[img]
Preview
Text
15 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (270kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh Pengawasan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti Dalam Pendistribusian Gas LPG 3 Kg Di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, kemudian untuk mengetahui sejauh mana pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan terhadap Pendistribusian Gas LPS 3 Kg diukur dengan 3 indikator, yaitu Menetapkan Standar, Mengukur Kinerja, Memperbaiki Penyimpangan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik Total Sampling yaitu teknik penarikan sampel yang dilakukan untuk tujuan tertentu. Penulis menggunakan teknik triagulasi yang berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber data yang sama secara serempak. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara dengan pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti, agen dan masyarakat, yang berkaitan dengan penelitian ini ada 4 orang pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Meranti,yaitu Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kapala Bidang Perdagangan dan Kepala Perindustrian, serta 4 orang Agen Distributor dan 3 orang masyarakat, dengan total jumlah 11 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti masih belum secara menyeluruh mengawasi ketetapan harga eceran tertinggi gas LPG 3 Kg kepada seluruh agen dan penyalur gas LPG 3 Kg, hal ini terbukti dengan masih ditemukannya beberapa penyalur gas LPG 3 Kg yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti yang menjual gas LPG 3 Kg diatas harga yang telah di tetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu sebesar Rp 24.300,- tapi pada kenyataannya masih ada agen atau penyalur yang menjual dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang telah di tetapkan. Selain kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dcan Perdagangan juga kurangnya kesadaran atas agen dan pangkalan yang pada kentaannya masih mejual Gas LPG 3 Kg diatas harga yang telah ditetapkan, seharusnya Pemerintah Daerah dan agen serta pangkalan saling bekerjasama demi keberlangsungan pendistribusian sesuai prosedur yang telah ditetapkan agar masyarakat tidak mengeluh dengan tingginya harga Gas LPG Kg, serta terciptanya masyarakat yang makmur. Kata Kunci : Pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pendistribusian Gas LPG 3 Kg.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 350 Administrasi Negara, Ilmu Kemiliteran > 351 Administrasi Negara
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Administrasi Negara
Depositing User: Ari Eka Wahyudi
Date Deposited: 19 Jul 2019 07:11
Last Modified: 19 Jul 2019 07:11
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/16358

Actions (login required)

View Item View Item