LAFAZ NIKAH MENURUT IMAM SYAFI’I (204 H) PERSPEKTIF MAQÂSHID AL-SYARÎ’AH

Ali Mustafa, - (2019) LAFAZ NIKAH MENURUT IMAM SYAFI’I (204 H) PERSPEKTIF MAQÂSHID AL-SYARÎ’AH. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (393kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. lembar pengesahan.pdf

Download (438kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstrak)
3. ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (573kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. Kata Pengantardocx.pdf

Download (597kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. Daftar Isi.pdf

Download (660kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I (1-21).pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II (22-48).pdf

Download (924kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III (49-101).pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (Bab IV)
9. BAB IV (102-130).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V,(131-133).pdf

Download (522kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (635kB) | Preview

Abstract

Tesis ini berjudul: “Lafaz Nikah Menurut Imam Syafi’i Perspektif Maqashid Al-Syari’ah.” Aspek yang dikaji dalam tulisan ini adalah: (1) Pentingnya lafaz ketika akada nikah, (2) Bahasa apa saja yang bisa digunakan ketika akad nikah, (3) Penadapat Imam Syafi’i tentang lafaz akad nikah ditinjau dari perspektif Maqashid Al-Syari’ah. Alasan penulisan ini adalah dua hal; pertama dari segi ketokohan dan karya. Imam Syafi’i yang mana mayoritas umat Islam di Indonesia bermadzhab Syafi’i. beliau merupakan Imam besar dalam hal fikih dan orang pertama yang merumuskan ilmu tentang ushul fikih. Cara berfikir Imam Syafi’i yang cukup hati-hati mengambil pendapat dengan analisa dan telaah dari dalil-dalil nashyang ada. Yang kedua adalah pentingnya suatu lafaz dalam akad pernikahan sehingga para ulama memiliki banyak pandangan tentang lafaz tersebut. Hal ini akan memberikan dampak kepada pernikahan itu sendiri. Apabila lafaz yang digunakan benar maka pernikahan sah, jika sebaliknya lafaz yang digunakan tidak benar maka pernikahan pun tidak sah. Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan metode content analysis (analisis isi buku fikih mazhab/ perbandingan madzhab), karena dalam penelitian ini membahas secara mendalam pendapat imam madzhab dalam lafaz nikah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa; (1) lafaz adalah sesuatu yang sangat penting dalam pernikahan, bahkan ia menjadi rukun pernikahan. (2) ulama berbeda pandangan mengenai lafaz nikah ini menjadi beberapa pendapat dengan dalil dan argument yang cukup kuat. (3) Imam Syafi’i berpendapat bahwa lafaz yang digunakan ketika akad nikah hanya lafaz nikah, inkah atau tazwij. Berdasarkan dalil-dalil yang ada di dalam AlQuran dan hadits.(4) Maqashid Al-Syari’ah dari pendapat Imam Syafi’i tersebut adalah untuk menjaga keturunan (hifzh al-nasl).

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Ari Eka Wahyudi
Date Deposited: 17 Jul 2019 08:01
Last Modified: 17 Jul 2019 08:01
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/16200

Actions (login required)

View Item View Item