PENGARUH METODE SKARIFIKASI DAN INDUKSI AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT SIRSAK (Annona muricata L.)

RIVADLI ERNAS, (2018) PENGARUH METODE SKARIFIKASI DAN INDUKSI AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT SIRSAK (Annona muricata L.). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER_2018135PTN.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGASAHAN_2018135PTN.pdf

Download (479kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK_2018135PTN.pdf

Download (248kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR _2018135PTN.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI _2018135PTN.pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I_2018135PTN.pdf

Download (261kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II_2018135PTN.pdf

Download (454kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III _2018135PTN.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV _2018135PTN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (348kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V_2018135PTN.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA_2018135PTN.pdf

Download (296kB) | Preview

Abstract

Sirsak merupakan buah yang lambat terinduksi perkecambahannya hal ini disebabkan oleh tingkat kekerasan kulit bijinya. Benih sirsak dapat berkecambah pada usia 2-3 minggu setelah tanam jika kelembapan dapat terjaga dengan baik. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh metode skarifikasi terhadap perkecambahan dan pembibitan biji sirsak, Untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh alami terhadap perkecamabahan dan pembibitan biji sirsak, Untuk melihat interaksi antara metode skarifikasi dan zat pengatur tumbuh alami terhadap perkecamabahan dan pembibitan biji sirsak. Penelitian telah dilaksanakan di Lahan Percobaan dan Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru, pada bulan November – Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap dengan menggunakan 2 faktor perlakuan. Factor pertama adalah skarifikasi (kontrol, pengamplasan dan pemotongan), factor kedua adalah pemberian (aquades dan air kelapa muda). Hasil penelitian Perlakuan metode skarifikasi terbaik adalah metode sakrifikasi pemotongan dengan rata-rata 9,30 pada parameter berat basan bibit, Pemberian air kelapa muda 100% tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan, Interaksi antara metode skarifikasi pemotongan dan perendamanair kelapa muda menunjukkan hasil terbaik dengan rata-rata 39,96 pada parameter tinggi tanaman sirsak.Kata kunci : Sirsak, Skarifikasi, Air Kelapa Muda, Dormansi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 630 Usaha Tani, Pertanian, Teknologi Pertanian > 630.7 Pendidikan Pertanian, Riset Penelitian Pertanian
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Agroteknologi
Depositing User: Mr. Supliadi
Date Deposited: 17 Jul 2019 06:26
Last Modified: 17 Jul 2019 06:26
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/16147

Actions (login required)

View Item View Item