Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN DAN LOSSES BERDASARKAN PEMBEBANAN TERBESAR 3 UNIT TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 3 PHASA FEEDER HANGTUAH DURI RIAU

ESA MUTARI (2018) ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN DAN LOSSES BERDASARKAN PEMBEBANAN TERBESAR 3 UNIT TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 3 PHASA FEEDER HANGTUAH DURI RIAU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER_201889TE.pdf

Download (251kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN_201889TE.pdf

Download (356kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK_201889TE.pdf

Download (176kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR_201889TE.pdf

Download (355kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI_201889TE.pdf

Download (314kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I_201889TE.pdf

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II_201889TE.pdf

Download (654kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III_201889TE.pdf

Download (471kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV_201889TE.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (432kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V_201889TE.pdf

Download (177kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA_201889TE.pdf

Download (97kB) | Preview

Abstract

Pada sistem 3 phasa, ketidakseimbangan beban transformator distribusi sangat sering terjadi. Hal ini disebabkan karena waktu penyalaan beban antara konsumen yangtidak sama sehingga terjadi perbedaan nilai untuk setiap fasa R, S, dan T pada trafo distribusi.Perbedaan nilai pada fasa tersebut mengakibatkan adanya beban yang berlebih di beberapa fasa.Akibat dari ketidakseimbangan beban pada fasa R, S,dan T maka akan muncul arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafomenyebabkan terjadinya losses(rugi-rugi). Dalam laporan ini, dilakukanidentifikasi beban lebih danperhitungan pembebanan trafo distribusi dengan standar acuan yang diizinkan sebesar 80% sertaperhitungan ketidakseimbangan bebantrafo dengan standar 5% menurut IEC dan rugi-rugi yang dihasilkan akibat adanya arus netral.Terdapat tiga trafo pada feeder Hangtuahyang memiliki pembebanan melebihi standar yaitu trafo DRI 0157, DRI 0241, dan DRI 0065. Perhitungan untuk ketiga trafo diambildari data pengukuran berupa nilai tegangan dan arus setiap fasapada siang dan malam hari serta dilakukan simulasi menggunakan softwareETAP 12.6.0.Metode komponen simetris digunakan untuk mendapatkan ketidakseimbangan beban trafo berdasarkan hasil pengukuran dan simulasi ETAP. Setelah dianalisa,ketidakseimbangan beban terjadi untuk ketiga trafo dan DRI 0241 merupakan trafo yang memiliki persentase terbesar untuk ketidak seimbangan bebantrafopada malam hari baik dari hasil pengukuran maupun hasil simulasi ETAP. Hasil dari simulasi ETAP memiliki selisih yang relatif kecil dari hasil pengukuran. Selisih ini terjadi karena panjang saluran, waktu pengambilan data, kondisi beban trafo, dan lain-lainyang mempengaruhi hasil. Pada malam hari berdasarkan hasil pengukuran pembebanan trafo DRI 0241 sebesar80,36% dan siang hari 65,12% untuk ketidakseimbangan beban sebesar 32,18% malam hari dan 29,78% siang hari. Dapat dilihat semakin besar pembebanan trafo maka semakin besar pula ketidak seimbangan beban trafo. Arus di netral trafo menimbulkan losses sebesar 45 A dan 2,4% malam hari untuk siang hari 33 A dan 1,2%.Arus netral mempengaruhi besar nya losses yaitu semakin besar arus netral maka semakin besar losses yang muncul pada trafo.Analisa dari trafo DRI 0241 memiliki analisa yang sama untuk kedua trafo lainnya tetapi hanya memiliki perbedaan nilai dari masing-masing trafo. Kata Kunci : Arus netral, ETAP 12.6, ketidak seimbangan beban transformator distribusi, identifikasi beban lebih, rugi-rugi(losses).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Elektro
Depositing User: Ms. Nilam Badriyah
Date Deposited: 12 Jul 2019 03:38
Last Modified: 12 Jul 2019 03:38
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/15788

Actions (login required)

View Item View Item