TRADISI PERKAWINAN SUKU SUNGAI DI KAMPUNG BELURAN SABAH DITINJAU MENURUT FIQH MUNAKAHAT

SAEDAHTUN NAFISAH BINTI AWANG, (2018) TRADISI PERKAWINAN SUKU SUNGAI DI KAMPUNG BELURAN SABAH DITINJAU MENURUT FIQH MUNAKAHAT. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER__2018184AH.pdf

Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN__2018184AH.pdf

Download (477kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK__2018184AH.pdf

Download (198kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR__2018184AH.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI__2018184AH.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I__2018184AH.pdf

Download (517kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II__2018184AH.pdf

Download (460kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III__2018184AH.pdf

Download (982kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV__2018184AH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (879kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V__2018184AH.pdf

Download (257kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA__2018184AH.pdf

Download (677kB) | Preview

Abstract

Pernikahan merupakan kontrak institusi sosial yang mempengaruhi sebagian besar kehidupan insan dalam melaksanakan tuntutan Tuhan sebagai hamba dalam menjalani kehidupan dengan taat dan patuh pada aturan Tuhan. Perkawinan suatu cara yang dipilih Allah sebagai jalan bagi manusia yang bertujuan untuk memiliki keturunan, setelah masing-masing pasangan siap melakukan peranan yang positif dalam mewujudkan tujuan perkawinan,akan tetapi mahalnya mahar dan biaya hantaran serta perengkapan lainnya dalam melaksanakan prosesi pernikahan berdampak kepada penundaan dan bahkan pembatalan pernikahan. Adapun yang menjadi rumusan masalah penelitian yakni Bagaimana pelaksanaan tradisi perkawinan suku Sungai di Kampung Beluran Sabah dan Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap tradisi perkawinan suku Sungai di Kampung Beluran Sabah Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian merupakan penelitian lapangan (Field Research). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data, observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan analisis deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan karakteristik atau aspek yang relevan dengan fenomena yang diamati. Hasil dari pembahasan ini pelaksanaan adat perkawinan suku Sungai di Kampung Belurann Sabah yang memberatkan dimana hantaran belanja kawin serta mahar yang diminta terlalu tinggi oleh pihak pengantin perempuan hingga memberatkan pihak pengantin lelaki. Sebab faktor kekurangan biaya menikah walaupun usianya sudah pantas untuk menikah yang berinikasi kepada penundaan dan bahkan pembatalan. Menurut perspektif fiqh munakahat bahwasanya Islam memudahkan bagaimana cara untuk melakukan menikah dimulai dari ringannya kadar mahar, rendahnya kadar uang hantaran dan prosesi walimah yang sederhana dan tidak membebankan kedua belah pasangan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Mrs Rina Amelia -
Date Deposited: 10 Jul 2019 04:21
Last Modified: 10 Jul 2019 04:21
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/15587

Actions (login required)

View Item View Item