ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN BIMBINGAN BELAJAR NURUL FIKRI PADA ASPEK PASAR, ASPEK PEMASARAN DAN ASPEK KEUANGAN DI DAERAH PANAM PEKANBARU

Hery Kurniawan, (2011) ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN BIMBINGAN BELAJAR NURUL FIKRI PADA ASPEK PASAR, ASPEK PEMASARAN DAN ASPEK KEUANGAN DI DAERAH PANAM PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201175.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Setiap perusahaan yang akan menjalankan suatu usaha, maka langkah awal yang harus dilakukan perusahaan yaitu menganalisis kelayakan (feasibility) usaha tersebut. Analisis kelayakan usaha merupakan hal yang terpenting dalam mendirikan suatu usaha guna menentukan layak atau tidaknya usaha tersebut dijalankan. Langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menentukan layak atau tidaknya suatu usaha dijalankan, yaitu dengan cara menganalisis 8 (delapan) aspek, meliputi: keuangan, pasar, pemasaran, manajemen, ekonomi dan sosial, teknis, hukum serta lingkungan. Pada penelitian ini, hanya menganalisis 3 (tiga) aspek, diantaranya: aspek pasar, aspek pemasaran dan aspek keuangan, hal ini dikarenakan ketiga aspek tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap kelayakan pengembangan Bimbel Nurul Fikri di Panam. Pada aspek pasar penelitian dilakukan dengan cara menganalisis hasil wawancara terhadap 5 orang responden, sedangkan pada aspek pemasaran menggunakan 164 kuesioner yang disebar di 7 (tujuh) SMP dan 5 (lima) SMA yang ada di Kecamatan Tampan yang menjadi parameter kelayakan pengembangan Bimbel Nurul Fikri di daerah Panam. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada aspek pasar menunjukan bahwa pengembangan Bimbel Nurul Fikri di Panam sangat sesuai, hal ini dikarenakan letak daerah panam yang menjadi pusat pendidikan, pusat pengembangan kota serta banyak terdapat sekolah islam, sehingga sangat mendukung program Bimbel Nurul Fikri yang mengintegrasikan keislaman dengan ilmu pengetahuan. Berdasarkan aspek pemasaran dapat diketahui bahwa para responden menginginkan pihak Bimbel Nurul Fikri menyediakan fasilitas pendukung dalam belajar, lokasi yang strategis, adanya diskon serta promosi yang dilakukan dengan cara langsung terjun kesekolah-sekolah. Sedangkan berdasarkan aspek keuangan Payback Period (PP) memiliki waktu pengembalian yang tidak cukup, sehingga Bimbel Nurul Fikri berdasarkan metode Payback Period (PP) tidak layak dikembangkan, Net Present Value (NPV) bernilai negatif yaitu Rp - 15.559.749.8, sehingga Bimbel Nurul Fikri tidak layak dikembangkan. Sedangkan untuk Internal Rate of Return (IRR), nilai suku bunga pengembalian investasi sebesar 10,11 % lebih kecil dari pada suku bunga pinjaman bank sebesar 12 %, berdasarkan metode IRR investasi tidak layak dikembangkan Dari kriteria tersebut sebaiknya perusahaan tidak melaksanakan pengembangan Bimbel Nurul Fikri di Panam. Kata Kunci: Feasibility, Aspek Keuangan, Aspek Pasar dan Aspek Pemasaran

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 670 Manufaktur, Pabrik-pabrik
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Industri
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 29 Dec 2015 04:17
Last Modified: 29 Dec 2015 04:17
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/153

Actions (login required)

View Item View Item