ANALISIS UNDANG-UNDANG NO.38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DITINJAU MENURUT PENDAPAT IMAM SYAFI’I

Budi Utami, (2010) ANALISIS UNDANG-UNDANG NO.38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DITINJAU MENURUT PENDAPAT IMAM SYAFI’I. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201143.pdf

Download (477kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul ANALISIS UNDANG-UNDANG NO. 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DITINJAU MENURUT PENDAPAT IMAM SYAFI’I. Penelitian ini dilator belakangi bahwa zakat merupakan salah satu tiang pokok ajaran Islam yang 4 tiang pokok lainnya yang wajib ditegakkan ditengah-tengah kaum muslimin. Salah satu tujuan dari zakat tersebut adalah memberi kemaslahatan bagi muzakki dan mustahiq. Untuk mewujudkan tujuan tersebut banyak cara yang dilakukan salah satunya dengan adanya Undang Undang No. 38 tahun 1999tentang pengelolaan zakat. Undang-Undang No.38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat adalah mengenai perencanaan, pengumpulan zakat, pendistribusian, serta mengawasan zakat. Kalau kita lihat seandainya zakat ini dikelola secara optimal dan kesadaran membayar zakat itu sudah menyeluruh apalagi masyarakat umat islam di Indonesia beragama islam. Sebagaimana dalam pasal 12 dikatakan bahwa petugas akan mengambil zakat bila diberitahu oleh muzakki, ini berarti UU tersebut tidak memiliki kekuatan untuk memaksa para muzakki untuk membayar zakat. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menjelaskan bagaimana Pengelolaan zakat dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat, Untuk menjelaskan bagaimana Pengelolaan zakat menurut Imam Syafi’i, Untuk menganalisis pengelolaan zakat menurut Imam Syafi’i dan UU no. 38 tahun 1999 tentang pengelolan zakat, kegunaannya adalah bias menjadi kontribusi positif dalam upaya memecahkan masalah yang meliputi UU No.38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research, yaitu penelitian yang menggunakan literatur sebagai sumber datanya. Sifat penelitian ini adalah Deskriptif Comperatif , metode pengumpulan datanya adalah data primer dan data sekunder, metode penulisannya adalah Deduktif dan Induktif, subjek dalam penelitian ini adalah Imam Syaf’I dan pemerintah dan objeknya adalah tentang pengelolaan zakat.dan penelitian ini menganalisis apakah Undang Undan N0.38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat ini bertentangan dengan pendapat Imam Syafi’i Dari analisis yang telah penulis lakukan, maka Undang-Undang tersebut tidak bertentangan dengan pendapat Imam Syafi’i. Tetapi Undang-Undang tesebut perlu adanya revisi ketegasan petugas dalam mengambil zakat dari Muzakki (orang yang berhak zakat) dan sanksi bagi orang yang enggan membayar zakat.tidak hanya sansi bagi pengelola saja, tapi perlu adanya sansi bagi yang enggan membayar zakat. Sehigga Undang-Undang tersebut memiliki daya paksa dalam rangka tercapainya tujuan zakat itu sendiri. Hadirnya UUNo. 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat juga memberikan spirit agar pengelola zakat di tangani oleh pemerintah atau wali seperti yang dilakukan pada masa Rasulullah SAW. Dengan lahirnya UU ini, diharapkan dapat menambah pemahaman baru tentang zakat, yang selama ini masyarakat hanya memahami petugas zakat hanya menerima dan mendistribusikan zakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 22 Jan 2016 08:54
Last Modified: 22 Jan 2016 08:54
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/1514

Actions (login required)

View Item View Item