PERBEDAAN HARGA SEMBAKO ANTARA KOPERASI UNIT DESA (KUD) MULUS RAHAYU DENGAN KEDAI DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (Studi kasus di Desa Delima Jaya Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak)

Sugianti, (2010) PERBEDAAN HARGA SEMBAKO ANTARA KOPERASI UNIT DESA (KUD) MULUS RAHAYU DENGAN KEDAI DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (Studi kasus di Desa Delima Jaya Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201137-.pdf

Download (748kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul : Perbedaan Harga Sembako Antara Koperasi Unit Desa (KUD) Mulus Rahayu Dengan Kedai Menurut Perspektif Hukum Islam studi kasus di desa Delima Jaya Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak. Adapun pokok permaslahan dalam skripsi ini adalah faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya perbedaan harga sembako antara koperasi unit desa (KUD) Mulus Rahayu dengan kedai menurut perspektif Hukum Islam, yang terdapat di desa Delima Jaya Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak, bagaimana dampak dari perbedaan harga tersebut, dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap perbedaan harga. Data penelitian ini diambil dengan meggunakan angket, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisa secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara dekat faktor penyebab terjadinya perbedaan harga sembako, dampak dari perbedaan harga tersebut dan untuk mengetahui sejauh mana Hukum Islam telah dilaksanakan oleh masyarakat desa Delima Jaya. Harga adalah apa yang sama-sama disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi, baik harga itu lebih besar nilainya, lebih kecil, atau pun sama. Perbedaan harga sembako di koperasi dengan di kedai bahwa koperasi menentukan harga bukan harga kebanyakan dengan kata lain harga pasar. Yaitu harga yang lebih tinggi. Maka kemaslahatan untuk masyarakat di desa Delima Jaya untuk yang bukan anggota koperasi kurang dan juga adanya pemaksan terhadap orang-orang yang telah berhutang di KUD agar selanjutnya berbelanja lagi di KUD tersebut. Dengan harga yang lebih tinggi dari harga kedai maka beban masyarakat akan tambah menjadi menjadi seperti mencekik leher diri mereka sendiri. Sedangkan kedai rata-rata menjual dengan harga pasar. Sebab-sebab terjadinya perbedaan harga sembako antara KUD dengan Kedai itu disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: 1. faktor mencari keuntungan 2. faktor hutang Dampak dari perbedaan harga sembako antara koperasi unit desa (KUD) dengan kedai ini meliputi dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya, dengan di tinggikannya harga sembako di KUD maka keuntungan di KUD akan semakin banyak. Dampak negatifnya tidak bersikap benar, amanah, dan jujur, sikap ini dapat dilihat dari mereka yang telah menaikkan harga di atas harga pasar dan juga kedai. Harga-harga yang mereka tetapkan banyak merugikan masyarakat umum yang berpenghasilan rendah dan juga adanya pemaksaan terhadap orang-orang yang telah berhutang di KUD agar selanjutnya berbelanja di KUD lagi. Tinjauan hukum Islam terhadap perbedaan harga sembako bila dikaitkan dengan dampak yang ditimbulkan olehnya, maka dampak negatiflah yang lebih dominan dalam sistem ini. Bahwa orang yang merugikan saudaranya dikatakan telah menzhaliminya. Sedangkan berbuat zhalim adalah haram.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 22 Jan 2016 08:54
Last Modified: 22 Jan 2016 08:54
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/1511

Actions (login required)

View Item View Item