ANALISIS PENERAPAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING (ABC) UNTUK MEMPEROLEH SUATU HARGA POKOK PRODUKSI YANG LEBIH AKURAT DAN DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN TERHADAP BIAYA

Arbianto, (2011) ANALISIS PENERAPAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING (ABC) UNTUK MEMPEROLEH SUATU HARGA POKOK PRODUKSI YANG LEBIH AKURAT DAN DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN TERHADAP BIAYA. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201127.pdf

Download (634kB) | Preview

Abstract

CV. Asia Bumi adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang produksi kecap, memproduksi beberapa jenis produk diantaranya (kecap manis dan kecap asin), cuka, saus (saus cabe dan saus tomat). Sistem penetapan harga pokok produksi yang ada saat ini barangkali kurang tepat dalam menentukan harga pokok produksi yang sebenarnya dari suatu produk dan kurang bisa mendukung keputusan manajemen untuk melakukan efisiensi biaya. Selama ini perusahaan banyak dilakukan dengan metode Traditional costing yaitu dengan satu langkah pembebanan biaya ke produk dengan menggunakan satu jenis unit level activity driver. Selain sistem tradisional ini, ada sistem yang dianggap lebih akurat dalam pembebanan biaya dan memberikan manfaat lebih (dibanding dengan sistem tradisional) yang disebut Activity based costing sistem (ABC). Sistem Activity based costing (ABC) ini membebankan biaya ke produk dengan dua langkah. Pertama biaya ditelusuri dulu ke aktivitas baru kemudian ditelusuri ke produk. Selain sistem diatas, untuk mengetahui ukuran nilai tambah ekonomis yang dihasilkan perusahaan sebagai akibat dari aktifitas atau strategi manajemen, menggunakan sistem EVA (Economic Value Added). Perbandingan harga pokok produksi menggunakan metode tradisional dan metode ABC. Dimana selisih dari perhitungan dari harga pokok masing-masing yaitu sebesar Rp. 450.000,-. Kelebihan jika perusahaan menetapkan metode ABC yaitu harga pokok produksi dapat dihitung dengan cepat sesuai dengan tarif yang telah ditentukan. Dikarenakan metode ABC menggunakan lebih banyak pemicu biaya sehingga akan mengalokasikan biaya tidak langsung ke masing-masing kegiatan dengan lebih akurat. hasil perhitungan Economic Value Added (EVA) yaitu sebesar Rp. 4.219.216,67. ini berarti berarti tingkat pengembalian yang dihasilkan melebihi tingkat biaya modal. Untuk itu Pihak perusahaan sebaiknya mulai mempertimbangkan perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) harga tidak mengalami pembebanan biaya produksi yang terlalu besar. Kata Kunci : ABC, BOP, EVA, Traditional Costing

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 670 Manufaktur, Pabrik-pabrik
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Industri
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 29 Dec 2015 04:17
Last Modified: 29 Dec 2015 04:17
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/151

Actions (login required)

View Item View Item