ANALISIS TERHADAP PENDAPAT IBNU QUDAMAH TENTANG HUKUM SEORANG WANITA MUSLIMAH MEMPERLIHATKAN AURATNYA KEPADA WANITA NON MUSLIMAH

LILLA RAHMAYANI, (2018) ANALISIS TERHADAP PENDAPAT IBNU QUDAMAH TENTANG HUKUM SEORANG WANITA MUSLIMAH MEMPERLIHATKAN AURATNYA KEPADA WANITA NON MUSLIMAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER__201895AH.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN__201895AH.pdf

Download (374kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK__201895AH.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR__201895AH.pdf

Download (216kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI__201895AH.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I__201895AH.pdf

Download (704kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II__201895AH.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III__201895AH.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV__201895AH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (686kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V__201895AH.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA__201895AH.pdf

Download (321kB) | Preview

Abstract

Aurat adalah bagian tubuh wanita atau laki-laki yang wajib ditutupi dan haram untuk dibuka atau diperlihatkan kepada orang lain. Dalam Islam, ada batasan-batasan aurat antara laki-laki maupun perempuan. Yang mana dalam penelitian ini dibahas tentang aurat wanita muslim terhadap wanita non-muslim. Para ulama berbeda pendapat tentang hal tersebut. Ada yang memperbolehkan wanita muslim memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim, ada juga yang tidak memperbolehkan. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah pendapat Ibnu Qudamah tentang hukum seorang wanita muslimah memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim, istinbath hukum yang digunakan Ibnu Qudamah tentang hukum bolehnya seorang wanita muslimah memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim, dan analisis terhadap pendapat Ibnu Qudamah tentang hukum seorang wanita muslimah memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendapat Ibnu Qudamah tentang hukum seorang wanita muslimah memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim, bagaimana istinbath hukum yang digunakan Ibnu Qudamah tentang hukum bolehnya seorang wanita muslimah memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim, dan bagaimana analisis terhadap pendapat Ibnu Qudamah tentang hukum seorang wanita muslimah memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim. Penelitian ini merupakan Penelitian Kepustakaan (Library Research), dengan menggunakan metode deskriptif analisis terhadap pendapat Ibnu Qudamah, sebagai data primer dan data sekundernya diambil dari kitab Ibnu Qudamah al-Mughni dan sumber lain yang berkaitan dengan hal tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah pendapat Ibnu Qudamah tentang hukum seorang wanita muslimah memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim diperbolehkan seorang wanita muslim memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim, bahwa tidak ditemukan dalam nash antara wanita muslimah dan wanita kafir wajib hijab atau tidak ada satu qiyas pun yang mengarah kedalam masalah tersebut. Sedangkan firman Allah, ( ) “Atau para perempuan mereka”, ada kemungkinan maksud dari ayat tersebut adalah perempuan secara umum. Adapun istinbath hukum yang digunakan Ibnu Qudamah tentang hukum bolehnya seorang wanita muslimah memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim adalah berdasarkan hadits Riwayat Muslim yang menyatakan bahwa perempuan kafir dari yahudi dan lain sebagainya telah mengunjungi isteri-isteri Nabi SAW, sedangkan mereka tidak memakai hijab dan tidak pula diperintahkan untuk memakainya. Aisyah telah berkata: “datang seorang yahudi bertanya kepadanya, ia berkata: “Aku berlindung kepada Allah dari azab kubur, lalu Aisyah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW dan menyebutkan hadits ini. Kemudian analisis terhadap pendapat Ibnu Qudamah tentang hukum seorang wanita muslimah memperlihatkan auratnya kepada wanita non muslim adalah penulis lebih memilih pendapat yang menyatakan bahwa kata ganti au nisaa ihinna, adalah wanita secara umum. Baik itu wanita muslim atau pun wanita kafir, karena wanita itu semuanya adalah sama tidak ada yang yang membedakan wanita tersebut kecuali keimanan dan adanya hadits shahih yang menjelaskan perbuatan istri-istri nabi Ummahatul Mu’minin, bahwa mereka menampakkan sebagian auratnya yang biasa tampak kepada wanita yahudi, sedangkan mereka isteri nabi tidak memakai hijab dan tidak pula diperintahkan untuk memakainya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Mrs Rina Amelia -
Date Deposited: 03 Jul 2019 03:26
Last Modified: 03 Jul 2019 03:26
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/14827

Actions (login required)

View Item View Item