PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN TEKNIK TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 TAPUNG KABUPATEN KAMPAR

Rodhitul Amni, (2011) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN TEKNIK TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 TAPUNG KABUPATEN KAMPAR. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011781.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan teknik TSTS untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tapung pada pokok bahasan bangun segi empat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan teknik TSTS dapat meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tapung setelah penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan teknik TSTS pada pokok bahasan bangun segi empat? Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu pendidik berperan langsung dalam proses pembelajaran. Peneliti berkolaborasi dengan pendidik dalam mempersiapkan hal-hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran mulai dari RPP, LKS, dan tahap refleksi proses pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tapung Tahun Ajaran 2010/2011 yang berjumlah 24 orang dan objek penelitian ini adalah peningkatan aktivitas belajar matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan teknik TSTS. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi aktivitas belajar. Dalam penelitian ini, pertemuan ada 4 kali yaitu satu kali pertemuan tanpa tindakan dan 3 pertemuan dengan tindakan. Data yang diperoleh melalui observasi merupakan data ordinal. Untuk mengetahui apakah ada peningkatan aktivitas belajar matematika peserta didik, maka data tersebut dianalisis dengan memperhatikan indikator aktivitas belajar peserta didik sebelum tindakan dan sesudah tindakan dengan menggunakan Teknik Persentase. Adapun indikator keberhasilan penelitian ini adalah 75% peserta didik dan indikator telah mencapai kategori kuat dengan angka persentase 70.5% Dari hasil tersebut, dapat diketahui apakah terjadi peningkatan aktivitas atau tidak dari setiap siklus yang dilaksanakan. Berdasarkan hasil analisis data observasi, pada pratindakan, siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut diperoleh (4%; 29%; 58%; dan 87%) peserta didik yang mencapai target ynag diinginkan. Targetnya dengan kategori kuat yaitu apabila telah mencapai ≥70.5% untuk setiap peserta didik. Dan untuk masing- masing indikator pada pratindakan dan siklus III berturut-turut diperoleh indikator 1 = (63%; 92%), indikator 2 = (57%; 89%), indikator 3 = (30%; 75%), indikator 4 = (36%; 82%), indikator 5 = (53%; 78%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan aktivitas belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tapung terjadi pada proses pembelajaran siklus I, siklus II dan siklus III yaitu setelah penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan teknik TSTS pada pokok bahasan bangun segi empat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 373 Pendidikan Tingkat Sekolah Lanjutan > 373.236 Sekolah Menengah Pertama, SMP
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 18 Jan 2016 03:21
Last Modified: 18 Jan 2016 03:21
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/1294

Actions (login required)

View Item View Item