PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASISMODEL CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING DAN EXTENDING (CORE) UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS

RIADI ILMI, (2018) PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASISMODEL CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING DAN EXTENDING (CORE) UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN.pdf

Download (80kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. PENGHARGAAN.pdf

Download (282kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI.pdf

Download (18kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I.pdf

Download (539kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II.pdf

Download (367kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III.pdf

Download (435kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V.pdf

Download (14kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (306kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan modul matematika berbasis model CORE yang valid dan praktis serta untuk memfasilitasikemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tambang. Subjek penelitian ini adalah kelas X-1 dan objek penelitian ini adalah modul matematika berbasis model CORE dan kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis data berupa data kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan soal tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan uji validitas, modul matematika berbasis model CORE dinyatakan kategori valid dengan persentase tingkat kevalidan 79%. Berdasarkan uji kepraktisan, modul matematika berbasis model CORE dinyatakan kategori praktis dengan persentase tingkat kepraktisan 80%. Dari hasil tersebut mengidentifikasi bahwa modul yang dikembangkan layak dan praktis. Berdasarkan tes kemampuan pemecahan masalah matematis, modul berbasis model CORE sudah memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis dengan persentase tingkat penguasaan yaitu 78,7% dinyatakan kategori sedang. Kata Kunci: Modul Matematika, Model CORE, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika
Depositing User: Ms. Hidayani
Date Deposited: 18 Mar 2019 07:39
Last Modified: 18 Mar 2019 07:39
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/12155

Actions (login required)

View Item View Item