PERSEPSI MASYARAKAT RW. 03 KELURAHAN SIMPANG BARUKECAMATAN TAMPAN TERHADAP PELAYANAN RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN

Sutrisno, (2010) PERSEPSI MASYARAKAT RW. 03 KELURAHAN SIMPANG BARUKECAMATAN TAMPAN TERHADAP PELAYANAN RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201041BPI.pdf

Download (308kB) | Preview

Abstract

Berita yang disampikan kepada orang lain akan menimbulkan pemahaman yang berada dalam menafsirkan atau mengartikan berita atau pesan tersebut. Dan dampak itu bisa bersifat negatif dan bisa pula bersifat positif yaitu dengan adanya pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang kejadian atau berita disekitar ataupun diluar sekitarnya. Bahkan tidak jarang masyarakat selalu menyebarkan berita atau pesan tersebut, jika pesan itu salah dalam penyampaian maka akan berdampak buruk atau negatif dan akan selamanya tersimpan dibenak pemikiran masing-masing. Tentang pesan atau bertia tersebut. Bentuk berita itu ada yang bersifat langsung dan ada pula yang bersifat tidak langsung, bahkan masyarakat juga terkadang mengangap bahwa rumah sakit jiwa adalah hanya tempat pengobatan orang-orang sakit mental (gila) dan tidak jarang masyarakat kurang mau bergaul dengan orang – orang yang bekas atau telah keluar dari rumah sakit jiwa dan masyarakat mengangap bahwa orang –orang yang sakit mental adalah penyakit yang dapat membawa aib dan malu keluarga dan dianggap sebagai orang kotor, bau dan sebagainya. Hal ini di sebab kan oleh beberapa faktor: a. penyakit jiwa termasuk salah satu wujud dari penyakit turunan. b. penyakit jiwa merupakan penyakit yang meresahkan masyarakat. c. hilangnya akal waras sipendarita penyakit jiwa, dan berdampak pada perbuatan yang tidak disenangi dan disukai oleh orang lain. Dan persepsi atau anggapan seperti inilah yang perlu diluruskan, agar kita tidak memandang dari sisi negatifnya saja. Dan kita pikirkan kontribusi apa yang dapat kita berikan kepada mereka untuk penyembuhan penyakit jiwanya..rumah sakit jiwa bukan sekedar tempat rawat inap pasien yang mengalami gangguan kejiwaan namun disisi lain nya rumah sakit jiwa berfungsi untuk memberikan pembinaan pada para pasien yang sakit jiwa agar dapat normal kembali seperti sedia kala. Perlunya informasi kepada masyarakat diharap kan timbulnya simpati yang baik terhdap rumah sakit jiwa itu sendiri namun melalui hasil penelitian ini tenyata respon masyarakat masih tergolong rendah, ini disebabkan lemah nya keingintahuan masyarakat terhadap hal-hal yang berkaitan dengan rumah sakit jiwa. Namun tidak semuanya demikian karena sebagian masyrakat menanggapi pelayanan pihak rumah sakit jiwa tampan cukup baik. Namun nilai ini masih tergolong rendah, hal ini terjadi karena beberapa factor, yaitu: 1. masih tinginya tingkat ketidaktahuan tentang penyebab kegilaan pada pasien 2. adanya sikap dan perilaku masyarakat tidak mau tahu terhadap persoalan yang berhubungan dengan rumah sakit jiwa 3. kurangnya pengetahuan masyrakat pada bagaimana kerja rumah sakit jiwa 4. masih kurangnya pembinaan dari pihak rumah sakit jiwa kepada masyarakat 5. masyarakat tidak tahu ada fungsi lain rumah sakit jiwa selain fungsi penaganan pasien dan pihak rumah sakit jiwa terfokus pada hal-hal yang bersifat internal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.7 Perkembangan Islam > 297.74 Dakwah Islam, Penyebaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan Penyuluhan Islam
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 04 Oct 2017 07:29
Last Modified: 04 Oct 2017 07:29
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/11487

Actions (login required)

View Item View Item