PENGARUH KEAKTIFAN MENGIKUTI LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL TERHADAP KENAKALAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 21 PEKANBARU

Risa Septi Wahyuni, (2010) PENGARUH KEAKTIFAN MENGIKUTI LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL TERHADAP KENAKALAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 21 PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_2010341KI.pdf

Download (867kB) | Preview

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimana tingkat keaktifan siswa kelas VIII SMP Negeri 21 pekanbaru dalam mengikuti layanan konseling individual, dan (2) mengetahui tingkat kenakalan siswa kelas VIII SMP Negeri 21 pekanbaru, (3) mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari keaktifan mengikuti layanan konseling individual dengan kenakalan siswa kelas VIII SMP Negeri 21 pekanbaru. Subyek penelitian adalah siswa dan obyeknya adalah adalah Keaktifan Mengikuti Layanan Konseling Individual. Teknik pengumpulan data adalah Angket dan dianalisa dengan deskriptif kualitatif, karena data yang didapat merupakan data yang sama-sama ordinal maka teknik korelasi yang digunakan adalah koofisien korelasi kontingensi. Penelitian ini menemukan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti layanan konseling individual tergolong pada kategori “rendah” yaitu berkisar 0.00%0.49%. Hal ini dapat dilihat dari prosentase alternatif jawaban “Sering” dengan jumlah 41.66%, prosentase jawaban “Jarang” berjumlah 34.72% dan porsentase jawaban”Tidak pernah” berjumlah 23.61%. Jadi dapat disimpulkan keaktifan siswa dalam mengikuti layanan konseling individual “rendah”. Kenakalan siswa tergolong pada kategori ‘sedang” yaitu berkisar 50%-75%. Hal ini dapat dilihat dari prosentase alternatif jawaban “Ya” dengan jumlah 51.06%, prosentase jawaban “Jarang” berjumlah 36.80% dan porsentase jawaban”Tidak pernah” berjumlah 43.75%. Jadi dapat disimpulkan bahwa kenakalan siswa dalam kategori “sedang”. Dari hasil penyebaran angket. Maka didapatkan hasil 0,47%. Dengan memeriksa Tabel Nilai .r. product moment ternyata dengan df sebesar 32, pada taraf signifikansi 5% diperoleh r tabel sebesar 0.349; sedangkan pada taraf 1% diperoleh r tabel sebesar 0.449. Karena Phi atau > dari r tabel, baik pada taraf 5% maupun pada taraf 1% (0.349dan 0.449.), maka hipotesa alternatif (Ha) diterima dan hipotesa nihil (Ho) ditolak. Ini berarti terdapat kolerasi positif yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Mr. Muhammad Arif
Date Deposited: 03 Oct 2017 04:53
Last Modified: 03 Oct 2017 04:53
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/11471

Actions (login required)

View Item View Item