EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 21 PEKANBARU

Widta Lestari, (2010) EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 21 PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_2010229KI.pdf

Download (386kB) | Preview

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui efektifas layanan konseling kelompok dalam meningkatkan kemandirian siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Pekanbaru, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas layanan konseling kelompok dalam meningkatkan kemandirian siswa kelas VIII di SMP Negeri 21. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan guru pembimbing di SMP Negeri 21 Pekanbaru dan obyeknya adalah keefektifan layanan konseling kelompok dalam meningkatkan kemandirian siswa di SMP Negeri 21 Pekanbaru. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik angket dan wawancara. Data angket dianalisa dengan teknik kuantitaf kemudian disimpulkan secara kualitatif dan data wawancara dianalisa dengan kualitatif. Hasil penelitian mengenai efektifitas layanan konseling kelompok dalam meningkatkan kemandirian siswa yang dilaksanakan oleh guru pembimbing menurut sudut pandang siswa tergolong efektif (73,3%) meskipun belum mencapai pada kategori sangat efektif. Namun beberapa siswa yang berpendapat layanan konseling kelompok tergolong kurang efektif (26,7%). Untuk kategori sangat efektif, tidak efektif, dan sangat tidak efektif adalah 0 %. Angka ini dapat diartikan bahwa siswa memahami manfaat layanan konseling kelompok. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas layanan konseling kelompok dalam meningkatkan kemandirian siswa kelas VIII di SMP Negeri 21 Pekanbaru, dari hasil wawancara kepada tujuh guru pembimbing diketahui bahwa tujuh orang guru pembimbing di sekolah ini sudah berpengalaman dalam BK walau sebagian dari mereka tidak S1 BK, tetapi mengikuti penataran BK. Prasarana berupa ruangan konseling kelompok belum memadai sehingga pelaksanaan konseling kelompok di taman sekolah. Guru pembimbing melaksanakan peranannya sebagai pemimpin kelompok dan dapat membentuk dinamika kelompok hal ini dilihat pada tabel 5 tentang hubungan anggota kelompok dalam layanan konseling kelompok dengan frekuensi tertinggi adalah “Selalu” dengan prosentase 48,9%, dan siswa aktif dalam mengikuti konseling kelompok, hal ini dapat dilihat pada tabel 6 mengenai peranan anggota kelompok dengan total frekwensi tertinggi adalah “Selalu” dengan prosentase 34%, Waktu pelaksanaan konseling kelompok 2 jam diluar jam pelajaran sekolah. Penilaian yang dilakukan oleh guru pembimbing adalah secara lisan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Mr. Muhammad Arif
Date Deposited: 02 Oct 2017 04:40
Last Modified: 02 Oct 2017 04:40
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/11442

Actions (login required)

View Item View Item