PEMIKIRAN IMAM SYAFI’I TENTANG WADI’AH DAN RELEVANSINYA DENGAN PRODUK WADI’AH DI BANK RIAU SYARIAH CABANG PEKANBARU

Lasmita Dewi, (2010) PEMIKIRAN IMAM SYAFI’I TENTANG WADI’AH DAN RELEVANSINYA DENGAN PRODUK WADI’AH DI BANK RIAU SYARIAH CABANG PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_2010120EI.pdf

Download (554kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul : “ PEMIKIRAN IMAM SYAFI’I TENTANG WADI’AH DAN RELEVANSINYA DENGAN PRODUK WADI’AH DI BANK RIAU SYARIAH CABANG PEKANBARU”. Dalam perekonomian yang relative sudah maju, peran uang dan lembaga keuangan tidak dapat dikesampingkan. Seiring dengan pesatnya pembangunan dibidang ekonomi maka usaha dibidang perbankan mempunyai peran yang penting untuk membangun perekonomian suatu Negara. Seiring berkembangnya zaman, dunia Islam pun ikut berkembang dengan banyak mazhab-mazhab yang bermunculan. Ini disebabkan karena keinginan masyarakat muslim untuk menata dan menjalani kehidupannya yang sesuai dengan anjuran atau perintah Allah SWT yang berdasarkan kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Sistem dan praktek ekonomi Islam pun mulai berkembang, khususnya di Indonesia. Perkembangan ini tidak lepas dari faktor keberadaan sisitem ekonomi syariah yang merupakan keinginan dan harapan masyarakat, khususnya masyarakat muslim. Adapun pokok permasalahan yang diteliti adalah Bagaimana Pemikiran Imam Syafi’i tentang Wadi’ah, Bagaimana bentuk-bentuk produk wadi’ah di Bank Riau Syariah dan Relevansinya antara Wadi’ah menurut Imam Syafi’I dengan produk wadi’ah yang ada di Bank Riau Syariah. Adapun tujuan dan kegunaan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemikiran Imam Syafi’i tentang wadi’ah, bagaimana bentuk-bentuk produk wadi’ah di Bank Riau Syariah dan bagaimana relevansi antara keduanya. Penelitian ini adalah penelitian study pustaka, serta perbandingannya dengan studi lapangan. Dalam mengolah data penulis memekai metode Deduktif, Induktif dan Komperatif. Yang menjadi data primer adalah kitab Al-Umm karya Imam Syafi’i dan data sekundernya adalah data yang diperoleh dari Bank Riau Syariah serta literatur-literatur yang ada kaitannya dengan permasalahan yang diteliti Setelah penulis mengkaji dan menelaah pemikiran Imam Syafi’i tentang Wadi’ah serta melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pihak Bank Riau Syariah cabang Pekanbaru , kesimpulannya adalah penulis melihat bahwa wadi’ah menurut Imam Syafi’i Relevan dengan produk Wadi’ah di Bank Riau Syariah. Wadi’ah menurut Imam Syafi’i adalah suatu titipan yang bersipat amanah yang harus dijaga penerima titipan sesuai dengan amanah pemberi titipan, jika barang titipan rusak karena kelalaian penerima titipan maka ia harus menanggungnya, pemilik titipan bisa mengambil barang titipannya kapan pun dia kehendaki. Produk di Bank Riau Syariah Cabang Pekanbaru yang memakai prinsip wadi’ah ada dua yaitu Giro Wadi’ah dan Tabungan IB Dhuha. Adapun produk Wadi’ah di Bank Riau Syariah yang relevan dengan konsep Wadi’ah menurut Imam Syafi’i adalah produk Giro Wadi’ah, yang merupakan tabungan yang bersifat titipan dan bisa kapan pun diambil oleh nasabah, sedangkan produk Tabungan IB Dhuha tidak sesuai dengan konsep wadi’ah menurut imam Syafi’i karena tabungan ini adalah tabungan haji yang tujuannya membantu nasabah menyimpan atau mengumpulkan dana untuk menunuaikan Ibadah haji jadi tidak bisa ditarik kecuali karna ada keperluan mendadak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Mr. Muhammad Arif
Date Deposited: 29 Sep 2017 02:47
Last Modified: 29 Sep 2017 02:47
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/11378

Actions (login required)

View Item View Item