METOD E DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Analisis Perbandingan Pemikiran Al - Ghazali dan Abdurrahman al - Nahlawi)

Enny Noviyanty, (2011) METOD E DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Analisis Perbandingan Pemikiran Al - Ghazali dan Abdurrahman al - Nahlawi). Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201148.pdf

Download (964kB) | Preview

Abstract

Pendidikan adalah suatu proses kegiatan dalam pencapaian tu juan tertentu pada anak didik. T ujuan pendidikan tidaklah nyata semata - mata berbentuk materi yang dapat langsung disaksikan hasilnya, tetapi ia juga merupakan suatu keseluruhan dari kepribadian seseorang dan berkenaan dengan seluruh aspek kehidupannya. Untuk dapat mewujudkan tujuan pendidikan yang menyeluruh dan sangat komplek tersebut, diperlukan kerja keras oleh berbagai pihak yang berkecimpung dalam proses pendidikan. Guru sebagai orang yang secara langsung berkecimpung dalam proses belajar mengajar, memiliki tugas dan peranan penting dalam pencapaian tujua n tersebut. Kegiatan proses belajar mengajar yang dilakukannya haruslah se - efektif dan se - efisien mungkin dalam pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Maka bagaimana usaha guru dalam mengemban tugas dan kewajibannya selalu menjadi pemikiran pa ra tokoh pendidikan, filosof, ilmuan dan orang - orang yang peduli terhadap kemajuan pendidikan yang tiada habisnya. Imam a l - Ghazali dan Abdurrahman al - Nahlawi, ulama dan ilmuan besar Islam yang banyak menaruh perhatian besar dalam pendidikan. Kedua tokoh ini berpendapat bahwa inti dari pendidikan Islam adalah akhlaqul karimah, sebagai wujud manusia sebagai hamba Allah yang diciptakan hanya semata - mata beribadah kepada Nya. Maka bagaimana upaya pendidikan dalam mewujudkan hal tersebu t adalah tugas pokok pen didik. Al - Ghazali menekankan bahwa tujuan pendidikan adalah mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan Abdurrahman al - Nahlawi mengisyaratkan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk generasi muslim yang taat kepada Allah, berakhlak mulia, dan amar ma’ruf nah i mungkar. Pada prinsipnya kedua tokoh itu menginginkan b ahwa pendidikan adalah untuk membentuk insan yang beriman, berilmu, beramal, dan berakhlak mulia . Dengan demikian jika ingin tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien, maka penguasaan materi saja tidaklah cukup akan tetapi seorang pendidik harus menguasai metode pengajaran dan mampu menggunakanya dengan baik. Metode pendidikan Islam adalah merupakan cara atau langkah - langkah dalam proses belajar yang harus dimiliki oleh seorang pendidik , guna untuk menolong agar anak didik mendapat kemudahan dalam menerima materi pelajaran yang disampaikan pendidik, dalam rangka mentransferkan ilmu pengetahuan kepada anak didik dengan berpedoman wahyu (al - Qur’an dan Hadits) dan berorientasi dunia dan akh irat. Metode belajar mengajar dalam pendidikan adalah sebagai alat untuk pencapaian tujuan pendidikan dalam proses belajar menjadi sangat urgen keduduka n nya. Pendidikan yang mempunyai ruang lingkup dan tujuan yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia ( jasmaniah dan rohaniah ) memerlukan metode yang tepat dan akurat agar proses pendidikan berjalan secara efektif dan efisien. Adapun metode yang digunakan dalam pendidikan Islam tidak hanya bertumpu pada metode pendidikan umum tetapi juga dibutuhkan meto de tradisional. Namun pada dasarnya metode pendidikan yang ada bisa digunakan dalam proses kegiatan pendidikan, karena memang setiap metode pengajaran memiliki keunggulan dan kelemahan. Bagi seorang pendidik sebelum menggunakan suatu metode harus mengetahu i faktor - faktor suatu metode itu diterapkan yaitu: 1. Tujuan dari materi yang diajarkan. 2. Latar belakang individual anak didik 3. Situasi dan Kondisi pendidikan itu berlangsung 4. Sarana dan prasarana dari suatu lembaga pendidikan dari segi kualitas d an kuantitas Al - Ghazali mendasarkan pemikiran metodologi pendidikannya pada pengaj aran agama untuk anak - anak. Al - Ghazali dalam hal ini menegaskan terhadap metode keteladanan bagi mental anak - anak, pembinaan budi pekerti dan penanaman sifat - sifat keutamaan pada diri mereka. Dan juga dapat dipahami bahwa pada dasarnya yang menjadi prinsip dalam pendidikan menurut beliau ialah adanya hubungan yang erat antara pendidik dan anak didik, dengan demikian metode keteladanan adalah aspek yang sangat penting dalam se tiap pendidikan.. Abdurrahman al - Nahlawi dalam pemikiran metodologi pendidikan nya lebih mengutamakan metode Hiwar Qurani dan Nabawi nya. Metode ini bersifat demokrat is, sesuai dengan segala tingkat an usia dalam mengembangkan dan mentransfer ilmu pengetah uan, khususnya dalam pendidikan afektif kepada pelajar dalam rangka membentuk generasi muslim yang taqwa kepada Allah, berakhlak mulia, beramal shaleh dan amar ma’ruf nahi mungkar, yang merupakan tujuan akhir dari pendidikan Islam.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 16 Jan 2016 03:53
Last Modified: 16 Jan 2016 03:53
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/1133

Actions (login required)

View Item View Item