PRAKTEK BAGI HASIL KARET DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS DI DESA KOTO SIMANDOLAK KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI)

Andrisal, (2010) PRAKTEK BAGI HASIL KARET DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS DI DESA KOTO SIMANDOLAK KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text
2010_201088EI.pdf

Download (326kB)

Abstract

Penelitian ini berjudul”PRAKTEK BAGI HASIL KARET DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM”,( Studi Kasus di desa Koto Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi ) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem bagi hasil karet di desa Koto Simandolak, untuk mengetahui apakah sistem bagi hasil karet di desa Koto Simandolak menguntungkan kedua belah pihak dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial mereka serta untuk mengetahui apakah sistem bagi hasil karet di desa Koto Simandolak sudah relevan dengan perspektif ekonomi Islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa; 1. Terdapat lima macam sistem bagi hasil karet di desa Koto Simandolak yaitu;Pertama, sistem sewa yang mana petani penggarap menyerahkan sejulah uang kepada pemilik lahan, sebagai ganti dari hasil lahannya.Kedua, Sistem bagi duo dimana yang pemilik lahan dan petani penggarap berbagi hasil dari hasil lahan sesuai dengan kesepakatan mereka sebelumnya.Ketiga, sistem bagian batang yang mana adanya bagian tertentu yang di dapat oleh pemilik kebun sebelum pembagian di lakukan. Keempat,adalah sistem talobiah takurang yang mana pemilik lahan menyerahkan lahannya kepada petani untuk di sadap dengan tujuan utamanya membantu perekonomian petani terebut. Kelima, adalah sistem bagi tiga, yang mana sepertiganya untuk pemilik kebun dan selebihnya untuk petani penyadap. 2. Sistem bagi hasil karet yang dilakukan oleh masyarakat Koto Simandolak mempunyai pengaruh terhadap perekonomian mereka, baik kepada pemilik kebun begitu juga kepada petani penggarap. Adapun bagi pemilik kebun manfaatnya adalah kebun mereka miliki tidak terlantar begiru saja sehingga tetap menghasilkan, sedangkan bagi petani penggarap selain mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka terkadangpun mereka bisa membeli alat-alat elektronik dan bahkan mereka pun bisa menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang perguruan tinggi. 3. Sistem bagi hasil karet yang di lakukan oleh masyarakat Koto Simandolak juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial mereka, yang mana dengan adanya kerja sama antara mereka, terjalin hubungan yang sangat harmonis. 4. Secara gari besar praktek bagi hasil karet yang di lakukan oleh masyarakat desa Koto Simandolak sudah sesuai dengan sistem bagi hasil pertanian dalam ekomomi Islam.hanya saja di system bagian batang, dilihat terlebih dahulu sebab pemotongan tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Mr. Muhammad Arif
Date Deposited: 11 Sep 2017 06:12
Last Modified: 11 Sep 2017 06:12
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/11264

Actions (login required)

View Item View Item