RESPON MASYARAKAT MUSLIM PEKANBARU TERHADAP IDE DAULAH KHILAFAH YANG DIPERJUANGKAN OLEH HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) DAERAH PEKANBARU

Saman, (2010) RESPON MASYARAKAT MUSLIM PEKANBARU TERHADAP IDE DAULAH KHILAFAH YANG DIPERJUANGKAN OLEH HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) DAERAH PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_2010107JS.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Respon Masyarakat Muslim Pekanbaru Terhadap Ide Daulah Khilafah Yang Diperjuangkan Oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Daerah Pekanbaru”. Masalah skripsi ini mengupas tentang bagaimana respon masyarakat muslim Pekanbaru terhadap ide daulah khilafah yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Daerah Pekanbaru, apa faktor yang mempengaruhi respon masyarakat muslim Pekanbaru terhadap ide daulah khilafah yang diperjuangkan oleh HTI Daerah Pekanbaru dan bagaimana tinjauan fiqh siyasah terhadap ide daulah khilafah yang diperjuangkan oleh HTI. Penelitian ini bersifat lapangan (field research), yang dilakukan terhadap seluruh masyarakat Muslim Pekanbaru sebagai Populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah jamaah Masjid Pekanbaru yang mendapat buletin “al-Islam” (selaku masyarakat yang berkontak langsung dengan salah satu media HTI), yaitu sebanyak 10 Masjid di Kota Pekanbaru. Penelitian ini diambil dengan cara proposional random sampling (pemilihan sampel berimbang/sebanding yang diambil secara acak dari sub populasi). Respon masyarakat Pekanbaru terhadap ide daulah khilafah dalam hal ini menilai baik dan setuju terhadap perjuangan HTI yang senantiasa tetap istiqomah dalam mewujudkan kembali kehidupan Islam ditengah-tengah masyarakat, mulai dari individu Muslim, keluarga, masyarakat dan penyatuan umat Islam di dunia dengan naungan khilafah. Hal ini nampak pada banyaknya jawaban masyarakat Pekanbaru yang setuju terhadap ide daulah khilafah yang diperjuangkan oleh HTI Daerah Pekanbaru. 83 % dari sebanyak 300 responden menjawab setuju terhadap ide khilafah sekaligus menggantikan sistem demokrasi di negeri kaum Muslimin di dunia. Berdasarkan nash yaitu surat an-Nur ayat 55 sebagai janji Allah SWT kepada orang yang beriman dan beramal shaleh, kabar gembira dari Rasulullah saw., yaitu hadits yang riwayat Ahmad (yang tercantum di Bab III) dan ketika kita melihat fakta sejarah kejayaan yang pernah dicatat dalam lembaran sejarahkegemilangan Islam sejak pertama kali tegaknya Islam di Madinah sebagai mabda’ (ideologi) sampai runtuhnya khilafah Islam terakhir di Turki pada tanggal 3 Maret 1924 oleh Mustafa Kemal at-Taturk, serta sisa-sisa penerapan Islam di negeri kaum Muslimin, terbukti bahwa Islam merupakan agama politik dan spiritual. Hizbut Tahrir senantiasa mengimani janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah saw., dan dibarengi dengan berjuang dan mengajak umat Islam lainnya untuk mewujudkan janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah saw., itu, yakni mewujudkan kembali khilafah dalam wujud yang baru. Setelah membaca dan menelaah secara cermat dari ide-ide yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir, penulis dapat menyimpulkan bahwa ide daulah khilafah yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir sudah sesuai dengan tuntutan syara’ dan sesuai dengan apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw., ketika mendirikan negara Islam di Madinah serta sesuai pula apa yang dijelaskan dalam pandangan fiqh siyasah yaitu baik dalam pandangan ulama-ulama klasik maupun ulama-ulama kontemper yang tetap berpegang teguh dan beristiqomah dalam memperjuangkan kembali kehidupan Islam dalam bingkai daulah khilafah. Penulis juga menyimpulkan bahwa masyarakat Muslim Pekanbaru sebagai responden sudah mengerti terhadap ide daulah khilafah, namun ide daulah khilafah yang diperjuangkan oleh HTI belum dipahami secara baik dan benar oleh masyarakat Muslim Pekanbaru. Hal ini tampak pada banyaknya responden yang kurang paham terhadap fiqh siyasah, karena khilafah itu sendiri bagian dari dari pembahasan fiqh siyasah. Salah satu faktor yang menyebabkan responden kurang mengerti terhadap ide daulah khilafah yang diperjuangkan oleh HTI secara baik dan benar adalah kurangnya sosalisasi HTI kepada masyarakat Muslim Pekanbaru.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum > 342.598 Hukum Konstitusi di Indonesia, Hukum Tata Negara Indonesia
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara (Siyasah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 05 Sep 2017 07:04
Last Modified: 05 Sep 2017 07:04
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/11099

Actions (login required)

View Item View Item