WANPRESTASI PADA PENYEWAAN KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM ( Studi Kasus Pada CV. Pandawa Ban Pekanbaru)

Juli Delmayanti, (2010) WANPRESTASI PADA PENYEWAAN KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM ( Studi Kasus Pada CV. Pandawa Ban Pekanbaru). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201033MUA.pdf

Download (328kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul Wanprestasi Pada Penyewaan Kendaraan Bermotor Roda Empat DiTinjau Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Pada CV. Pandawa Ban di Pekanbaru). Adapun latar belakang penelitian ini dilakukan karena terdapat penyimpangan atau wanprestasi dari pihak penyewa kepada pihak yang memberikan sewa. Didalam perjanjian maupun pelaksanaannya pihak yang menyewakan merasa dirugikan. Penelitian ini bersifat lapangan yang di lakukan pada CV. Pandawa Ban di Pekanbaru,jalan Durian Labuhbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam, terhadap praktek pelaksanaan sewa menyewa tersebut. Ada beberapa pokok permasalahan dalam skripsi ini diantaranya adalah bagaimana prosedur perjanjian sewa menyewa kendaraan bermotor roda empat pada CV. Pandawa Ban di Pekanbaru, bagaimana hak dan kewajiban serta penyelesaian kasus terhadap wanprestasi pada penyewaan kendaraan bermotor roda empat, bagaimana pandangan hukum Islam . Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer yaitu data yang penuis peroleh langsung dari responden, dalam hal ini adalah data yang diperoleh dari pimpinan CV. Pandawa Ban di Pekanbaru melalui, sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dengan tidak langsung, dalam hal tersebut diperoleh dari peraturan perundang undang ( KUHPerdata), arsip dan literatur yang terkait erat dengan permasalahan yang diteliti. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan perjanjian sewa menyewa atau ijarah di CV. Pandawa Ban di Pekanbaru menggunakan sistim perjanjian secara tertulis maupun tidak tertulis. Perjanjia sewa menyewa secara tertulis dilakukan apabila mobil yang disewa bisa menjadi milik penyewa dengan beberapa syarat seperti memberikan fotokopi KTP, KK, dan rekening listrik serta memberi uang sewa perharinya Rp.350.000,- (Tiga ratus lima puluh ribu rupiah), jika perjanjian dibuat dengan tulisan maka sewa itu berakhir demi hukum, apabila waktu yang di tentukan telah lampau diperlukan suatu pemberi tahuan untuk itu. Sedangkan perjanjian tidak tertulis (lisan) dilakukan apabila mobil yang disewakan dikembalikan lagi kepada pemilik dan bila penyewa sudah di kenal dengan baik atau kerabat dekat. Akan tetapi masih banyak para penyewa yang melakukan wanprestasi seperti tidak merawat mibil yang disewa dengan baik dan terlambat dalam pembayaran dan pengembalian mobil. Sedangkan kewajiban penyewa harus membayr uang sewa tepat waktu, merawat dan menjaga mobil yang disewa dengan baik dan mendapatkan mobil yang disewa dalam keadaan baik dan layak jalan. Apabila penyewa lalai atau dalam hal itu maka penyewa diberikan sanksi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, sanksi yang diberikan merupakan salah satu penyelesaian wanprestasi yang terjadi dari pihak penyewa. Sewa menyewa merupakan salah satu kegiatan bermuamalah yang dibolehkan oleh Islam, namun yang tidak dibolehkan apabila di dalam pelaksanannya terdapat wanprestasi atau penyimpangan yang dapat merugikan orang lain. Menurut penulis bahwa pelaksanaan sewa menyewa yang terdapat pada CV. Pandawa Ban di Pekanbaru dengan penyewanya belum sesuai dengan hukum Islam, karena masih banyak wanperstasi yang dilakukan pihak penyewa

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 05 Sep 2017 01:56
Last Modified: 05 Sep 2017 01:56
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/11059

Actions (login required)

View Item View Item