PEMIKIRAN YUSUF AL-QARDHAWI TENTANG BUNGA BANK DALAM KITAB FAWAIDUL BUNUK HIYA AR RIBA AL-HARAM

Hartuti, (2010) PEMIKIRAN YUSUF AL-QARDHAWI TENTANG BUNGA BANK DALAM KITAB FAWAIDUL BUNUK HIYA AR RIBA AL-HARAM. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201023EI.pdf

Download (539kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “PEMIKIRAN YUSUF AL-QARDHAWI TENTANG BUNGA BANK DALAM KITAB FAWAIDUL BUNUK HIYA AR RIBA AL-HARAM” Al-Quran dan sunah (hadist) salah satu ketentuan hukum syari’ah, bunga bank yang terlalu tinggi atau berlebihan walaupun sedikit melebihi dari pada modal pokok yang dipinjamkan. Pokok permasalah pada penelitian ini adalah bagaimana pemikiran Yusuf alQardhawi tentang bunga bank dalam kitab fawaidul bunuk hiya ar riba al-haram dan bagaimana analisi pemikiran Yusuf al-Qardhawi tentang bunga bank dalam pandangan Islam dalam kitab fawaidul bunuk hiya ar riba al-haram. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah studi kepustakaan (library research). Sebagai data primer tulisan ini adalah karya-karya yusuf al-Qardhawi tentang bunga bank dalam islam yaitu buku bunga bank. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah Deduktif, Induktif dan Diskriftif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai pemikiran Yusuf al-Qardhawi tentang bunga bank serta untuk mengetahui pemikiran tentang bunga bank dalam pandangan Islam menurut Yusuf al-Qardhawi. Menurut Yusuf al-Qardhawi bunga bank dalam kitab Fawaidul bunuk hiya ar riba al-haram membahas bunga bank yakni nilai tambah yang ditentukan pembayarannya apabila si peminjam tidak bisa membayar hutangnya kepada orang yang memberi pinjaman maka utang bertambang maka jadilah bunga yang berlifat ganda. Pandangan bunga bank Yusuf al-Qardhawi menujukan karakter yang khas mengingat kentalnya nuansa fiqh sebagai akibat pengaruh bacic keilmuan fiqihnya. namun yang menarik, pandangan-pandangannya pokok-pokok yang mendasari ilmu fiqh, sehingga masyarakat awam dapat mengikuti apa yang sedang terjadi dalam setiap perkembangan hukum Islam. Hanya bunga yang berlifat ganda yang dilarang sedangkan bunga yang wajar dan tidak menzalimi diperkenakan, menurut Yusuf al-Qardhawi, ayat dalam surat ali-Imran ayat 130,” adh’afan muddha’afah dalam konteks menerangkan kondisi objektif sekaligus mengecam bahwa mereka yang melakukan riba pada sebelumnya turun ayat ini telah sampai pada tahap yang berlifat ganda (lihat contoh riba dalam sejarah pada kasus ternak). Sehingga pola belifpat ganda bukan suatu kriteria yang bisa mengharamkan riba. Dengan kata lain, tanpa berlifat ganda riba tetap haram. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka penulis berkesimpulan bahawa bunga bank menurut Yusuf al-Qardahawi dalam kitab fawaidul bunuk hiya ar riba alharam, ajaran islam mengadakan tata cara ekonomi yang salah satu dasarnya adalah mengharamkan riba. Oleh sebab itu, pengharaman atas riba bukan hanya satu bagian saja. Tetapi merupakan dasar agama Islam. Berdasarkan hal ini, maka Islam berhak memberikan ancaman bagi orang yang memakannya, menjanjikan mendapat azab, sebagaimana yang sebutkan dalam al-Qur’an.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Mr. Muhammad Arif
Date Deposited: 28 Aug 2017 06:26
Last Modified: 28 Aug 2017 06:26
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/10859

Actions (login required)

View Item View Item