PENGARUH PENERAPAN PRAKTIK GOOD CORPORATE GOVERNANCE, STRUKTUR KEPEMILIKAN PUBLIK, FAKTOR REGULASI, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN INFORMASI PERUSAHAAN ( Studi empiris pada perusahaan yang termasuk dalam kelompok LQ 45 yang listing di Bursa Efek Indonesia)

Ilham, (2010) PENGARUH PENERAPAN PRAKTIK GOOD CORPORATE GOVERNANCE, STRUKTUR KEPEMILIKAN PUBLIK, FAKTOR REGULASI, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN INFORMASI PERUSAHAAN ( Studi empiris pada perusahaan yang termasuk dalam kelompok LQ 45 yang listing di Bursa Efek Indonesia). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text
2010_2010243AKN.pdf

Download (571kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan praktik good corporate governance yang dilihat dari proporsi komisaris independen, ukuran dewan direksi, keberadaan komite audit, serta struktur kepemilikan publik, faktor regulasi, profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan informasi perusahaan. Pengungkapan informasi perusahaan diukur dengan menggunakan Annual Report Awards 2007, yaitu dengan metode scoring terhadap annual report perusahaan sampel pada penelitian ini. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan yang terdafar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang termasuk dalam kelompok perusahaan LQ45 secara berturut-turut pada tahun 2004, 2005, 2006, dan 2007. Metode statistik yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proporsi komisaris independen dan (2) ukuran dewan direksi yang merupakan praktik penerapan GCG tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan informasi perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil regresi parsial proporsi komisaris independen yaitu p-value 0,758>0,05 dan nilai t hitung sebesar 0,310<2,000. P-value ukuran dewan direksi sebesar 0,127>0,05 (0,127>0,05), serta t hitung sebesar -1,547 lebih kecil dari t tabel sebesar 2,000 (-1,547<2,000). (3) Keberadaan komite audit berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan informasi perusahaan yaitu dengan p-value sebesar 0,029<0,05, serta t hitung sebesar 2,230>t tabel sebesar 2,000. (4) Selain itu, struktur kepemilikan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan informasi, yaitu dengan p-value 0,251>0,05, serta t hitung sebesar 1,158 8<t tabel 2,000. (5) faktor regulasi berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan informasi perusahaan, yaitu dengan p-value sebesar 0,046 (0,046<0,05), serta t hitung lebih sebesar 2,035> t tabel sebesar2,000. (6) Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan informasi perusahaan, yaitu dengan pvalue 0,042<0,05 dan t hitung sebesar 2,074> t tabel sebesar 2,000 (2,074>2,000). (7) Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungapan informasi, yaitu dengan p-value sebesar 0,478>0,05) serta nilai t hitung sebesar 0,714< t tabel2,000. Hasil regresi secara simultan menunjukkan bahwa Penerapan Praktik GCG, Struktur kepemilikan Publik, Faktor Regulasi, Profitabilitas, dan Ukuran perusahaan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan informasi. Hal ini ditunjukkan oleh p-value sebesar 0,000 signifikan pada tingkat 0,05 (0,000<0,05), dan nilai t hitung sebesar 5,771 lebih besar dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,167 (5,771>2,167). Nilai Adjuster R square menunjukkan sebesar 33,3% yang berarti bahwa variasi Proporsi komisaris independen, ,ukuran dewan direksi, keberadaan komite audit, struktur kepemilikan publik, faktor regulasi, dan ukuran perusahaan dapat menjelaskan variasi indeks pengungkapan sebesar 33, 3% dan sisanya sebesar 66,7% dijelaskan oleh diluar variabel-variabel yang ada dalam penelitian ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 650 Bisnis > 657 Akuntansi
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Akuntansi
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 28 Aug 2017 04:27
Last Modified: 28 Aug 2017 04:27
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/10851

Actions (login required)

View Item View Item