KONSEP DEWESTERNISASI PENGETAHUAN MENURUT SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS

Uswatun Khasanah, (2010) KONSEP DEWESTERNISASI PENGETAHUAN MENURUT SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201010AF.pdf

Download (570kB) | Preview

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi bahwa ilmu pengetahuan masa kini dan modern secara keseluruhan dibangun, ditafsirkan, dan diproyeksikan melalui pandangan dunia, visi intelektual, dan persepsi psikologis dari kebudayaan Barat. Ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama pada zaman modern ini mengalami banyak perubahan yang sangat cepat, sedang progresivitas agama bergerak dengan lambat sekali. Karena itu terdapat ketidakserasian antara dinamika agama dan aktivitas ilmu pengetahuan serta teknologi. Sifat pengetahuan Barat telah menjadi penuh permasalahan karena ia telah kehilangan tujuan yang sebenarnya dari ilmu pengetahuan sebagai akibat dari pemahaman yang tidak adil. Ia juga telah menyebabkan kekacauan dalam kehidupan manusia, dan merusak perdamaian dan keadilan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang tantangan peradaban Barat ini, Syed Muhammad Naquib al-Attas menggagas konsep dewesternisasi pengetahuan yaitu menghilangkan pemujaan terhadap Barat secara berlebihan, khususnya tentang pengetahuan yang sudah kehilangan makna dan tujuannya akibat dari pemikiran yang sekular, caranya ialah dengan Islamisasi ilmu yaitu (1),Mengisolir unsur- unsur dan konsep-konsep kunci yang membentuk budaya dan peradaban Barat, (2), Memasukkan unsur-unsur Islam beserta konsep-konsep kunci dalam setiap bidang dari ilmu pengetahuan saat ini yang relevan. Kajian ini bertolak dari dua pokok permasalahan yaitu: (1), Bagaimanakah Konsep Dewesternisasi Pengetahuan Menurut Naquib al-Attas?, (2), Proses- proses apakah yang ditempuh bagi Naquib al-Attas dalam dewesternisasi pengetahuan tersebut? Sedang untuk menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu menguraikan secara teratur tentang konsepsi tokoh. Berdasarkan analisis yang dilakukan, kesimpulan kajian ini menunjukkan bahwa Naquib al-Attas menekankan bahwa ilmu itu tidaklah netral, tidak seperti pemahaman Barat bahwa ilmu itu netral yang berakibat kehilangan makna dan tujuannya. Ia juga diakui sebagai sarjana ulung dan pemikir Muslim yang telah memberikan sumbangan besar dalam pemikiran Islam kontemporer dan pendidikan Islam. Idea dan pandangan beliau sering menjadi rujukan bukan saja oleh golongan mahasiswa tetapi juga oleh sebahagian besar para pakar dan cendekiawan pada hari ini. Naquib al-Attas dikenal sebagai pemikir yang lantang memperjuangkan perlunya penggunaan istilah yang tepat. Ini kerana penggunaan istilah yang salah sangat berpengaruh kepada pemikiran masyarakat. Lebih dari itu, Naquib al-Attas juga dikenal dengan pandangan-pandangan kritis beliau untuk membenarkan pemahaman umat Islam terhadap konsep-konsep penting dalam Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 23 Aug 2017 14:38
Last Modified: 23 Aug 2017 14:38
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/10644

Actions (login required)

View Item View Item