Konsep Manajemen Qalbu Abdullah Gymnastiar

Eddy Welly, (2010) Konsep Manajemen Qalbu Abdullah Gymnastiar. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201008AF.pdf

Download (553kB) | Preview

Abstract

Dalam era globalisasi kehidupan manusia tertuju pada satu pusat peredaran yang sama, materi telah menjadi tujuan utama bagi kehidupan manusia. Paradigma yang telah kokoh terbangun bahwa kebahagian tidak akan tercapai tanpa materi, oleh sebab itu kompetisi kehidupan hanya menuju satu arah yaitu pencapaian materi yang sebanyak-banyaknya. Usaha yang gigih dalam perburuan materi ternyata menemukan semua yang telah diinginkan, materi yang diagung-agungkan menjadi kunci kebahagiaan telah ada didalam genggaman. Tapi kian waktu berlalu paradigma yang selama ini telah indah melekat dalam pikiran itu tidak menjadi kenyataan, materi yang melimpah dalam genggaman tidak membawa kepada kebahagiaan, malah sebaliknya memberi rasa kehampaan. Lantas dalam menjalani kehampaan hidup itu, pikiran selalu mencari dan mencari apakah kunci yang paling tepat dalam menggapai kebahagiaan. Kebahagian, inilah yang sebenarnya tujuan akhir dari perjalanan hidup manusia, tapi tidak sedikit manusia yang tidak mengerti apa sebenarnya kunci dari kebahagiaan itu. Seorang dai yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan, kebahagiaan yang hakiki adalah saat kita bisa hidup selalu dalam pengawasan Allah. Tidak ada kebahagiaan lain yang bisa menandingi kebahagiaan kedekatan seorang hamba kepada Rab-nya. Maka sepatutnyalah kita untuk mencari jalan yang bisa membawa kita kepada kedekatan kepada Allah. Dai tadi memberi tahukan bahwa jalan menuju kepada Allah dengan satu konsep yaitu Manajemen Qalbu. Kajian ini berangkat dari permasalahan; Pertama, apa konsep manajemen qalbu? Kedua, bagaimana proses manajemen qalbu? Permasalahan ini akan dikaji sehingga mendapat gambaran yang terang tentang konsep manajemen qalbu ini. Hasil dari pengkajian ini dapat disimpulkan sebenarnya konsep manajemen qalbu tidaklah hal yang baru dalam Islam, tetapi konsep ini diramu oleh Aa Gym dari ayat-ayat al-Quran dan hadits Rasul kemudian diberi interpretasi yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa ini. Pelajaran yang sangat berharga untuk mahasiswa yang mempelajari kajian keagamaan, bagaimana memberi interpretasi baru terhadap ilmu-ilmu yang kita pelajari dan membawanya kepada pemecahan permasalahan-permasalahan yang ada pada masa ini. Sehingga ilmu agama itu selalu menjadi rahmatan lil’alamin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 23 Aug 2017 14:34
Last Modified: 23 Aug 2017 14:34
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/10643

Actions (login required)

View Item View Item