KHIFADH (KHITAN WANITA) MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Subroto, (2010) KHIFADH (KHITAN WANITA) MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201077AH.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “Khifadh (Khitan Wanita) menurut Perspektif Hukum Islam” ,Penelitian ini di latar belakangi tentang benyaknya permasalahan khitan wanita yang tengah meragukan masyarakat tentang apakah khitan bagi anakanak perempuan mereka. Adapun permasalahan yang penulis rumuskan dalam penelitian ini adalah Bagaimana hukum khitan wanita, bagaimana batas potongan dalam mengkhitan wanita, apa manfaat khitan bagi kaum wanita, Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap khitan wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana khitan wanita dan batasan potongan dalam mengkhitan wanita, apa saja manfaat khitan wanita, dan Bagaimana tinjauan hukum Islam tentang khitan wanita. Skripsi ini adalah penelitian pustaka (library research), yaitu dengan mengadakan pengkajian dengan cara melakukan penela’ahan terhadap berbagai literatur yang ada di pustaka dan yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari Al Qur’an dan kitab-kitab Hadits, juga dari kitab-kitab karangan para fuqoha. sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku dan makalh yang berkaitan dengan masalah yang bersangkutan. Metode penulisan penelitian ini menggunakan teknik maudhu’iy, yaitu suatu metode yang berusaha mencari jawaban tentang suatu masalah tertentu dengan cara mengumpulkan seluruh ayat-ayat dan hadits dan pendapat-pendapat ulama yang dimaksud, lalu menganalisa lewat ilmu-ilmu bantuan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Setelah penulis melakukan penelitian tentang Khifadh (khitan wanita) menurut perspektif Islam, dapat disimpulkan bahwa Khifadh (Khitan Wanita) menurt perspektif hokum Islam hukumnya adalah anjuran saja (Mustashab) atau juga sunnah dan tidak diwajibkan sebab itu juga pelarangan terhadap Khitan wanita (khifad) juga tidak boleh. Sehubungan dengan hasil penelitian bahwa Khifafh (khitan wanita) menurut perspektif hokum Islam adalah dianjurkan (Mustashab) atau sunnah. Maka perlu dibuat sebuah aturan yang jelas tentang standarisasi dalam hal apa saja yang boleh di potong atau tata cara mengkhitan yang baik menurut keilmuan kedokteran, khitan yang tidak ber-efek buruk (Mudharat) dan atau kesakitan terhadap wanita yang di khitan. Dan juga perlu adanya di buat peraturan yang jelas agar khitan tidak menjadi sesuatu yang dilarang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 23 Aug 2017 06:19
Last Modified: 23 Aug 2017 06:19
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/10531

Actions (login required)

View Item View Item