PEMUTUSAN HUBUNGAN KEKELUARGAAN AKIBAT PELANGGARAN GOTONG WALI PADA PERKAWINAN SUKU JAWA MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Desa Pancuran Gading Kec.Tapung Kabupaten Kampar)

Sarwono, (2010) PEMUTUSAN HUBUNGAN KEKELUARGAAN AKIBAT PELANGGARAN GOTONG WALI PADA PERKAWINAN SUKU JAWA MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Desa Pancuran Gading Kec.Tapung Kabupaten Kampar). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201030AH.pdf

Download (446kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul: Pemutusan Hubungan Kekeluargaan Akibat Pelanggaran Gotong Wali Pada Perkawinan Suku Jawa Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Pancuran Gading Kec. Tapung Kabupaten kampar). Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya larangan adat untuk melaksanakan pernikahan atau Walimatul ‘Urusy yang dilakukan oleh dua orang bersaudara (Kakak / Adik) dalam satu tahun baik pernikahan itu dilaksanakan secara bersama-sama atau tidak atau berbeda tempatnya, harinya dan bulannya, karena menurut pandangan adat pernikahan semacam ini dianggap tabu dimata masyarakat sehingga jika dilaksanakn akan memberi dampak yang tidak baik bagi pengantin, orang tua dan seluruh keluarga. Pernikahan semacam ini dalam adat orang Jawa dikenal dengan istilah “Gotong Wali”. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang dilakukan di Desa Pancuran Gading Kec. Tapung Kabupaten Kampar dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Bertolak dari latar belakang masalah di atas, maka penulis merumuskan permasalahan yaitu faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pemutusan hubungan kekeluarggaan akibat pelanggaran Gotong Wali, Bagaimana persepsi masyarakat terhadap pelanggaran adat tersebut serta Bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap Gotong Wali pada Suku Jawa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara jelas faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pemutusan hubungan kekeluarggaan akibat pelanggaran Gotong Wali, Bagaimana persepsi masyarakat terhadap pelanggaran adat tersebut serta Bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap Gotong Wali pada Suku Jawa. Melihat banyaknya dampak yang terjadi dari pernikahan tersebut maka adat melarang untuk melaksanakan pernikahan semacam itu, karena dampak yang akan terjadi adalah salah satu pihak harus ada yang mengalah dalam artian akan ada yang (meninggal, sakit atau yang lainnya), dan hal itu bisa saja terjadi kepada pihak suami istri, orang tua atau keluarga nya. Namun hal itu sebenarnya adalah takdir dari yang maha kuasa. Tapi awal dari semua itu adalah akibat dari pelanggaran adat sehingga hal itu menjadi suatu yang dilarang dalam masyarakat Jawa di Desa Pancuran Gading. Adapun tinjauan hukum Islam terhadap Gotong Wali adalah: bahwa di dalam Islam tidak ada larangan menikah secara Gotong Wali tetapi Islam hanya mengatur Rukun dan Syarat serta bentuk-bentuk pernikahan yang dilarang dalam pernikahan oleh karna itu Islam tidak melarang nikah Gotong Wali karena adat tersebut merupakan adat yang fasid karna mengharamkan sesuatu yang halal yaitu tidak membolehkan nikah secara bersama-sama adik atau kakak pada hari bulan tahunnya bersamaan walaupun dengan alasan untuk kemaslahatan demi tercapainya tujuan pernikahan yang mulia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 23 Aug 2017 03:55
Last Modified: 23 Aug 2017 03:55
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/10496

Actions (login required)

View Item View Item