KRITIK MUHAMMAD MUSTAHAFA AZAMI TERHADAP PEMIKIRAN IGNAZ GOLDZIHER TENTANG KRITIK MATAN HADITS

Sri Satriani, (2010) KRITIK MUHAMMAD MUSTAHAFA AZAMI TERHADAP PEMIKIRAN IGNAZ GOLDZIHER TENTANG KRITIK MATAN HADITS. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201007TH.pdf

Download (408kB) | Preview

Abstract

Ignaz Goldziher adalah seorang tokoh orientalis yang dilahirkan dari keluarga Yahudi pada tanggal 22 Juni 1850 di Szekesfehervar, di kota Hongaria. Berangakat dari latar belakang beliau yakni seorang orientalis dan berasal dari agama Yahudi. Pemikirannya juga dipengaruhi oleh keadaan dan latar belakang, orientalis tertuju kepada penjajahan dunia Islam, dengan berkedok menggali dan mempelajari khazanah Islam, yang muara akhirnya hanyalah untuk menghancurkan Islam. Hal ini tak lepas dari kesadaran mereka, bahwa Islam tidak bisa diperangi secara fisik sehingga mereka lebih memilih pada perang fikir. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Ignaz Goldziher beranggapan bahwa penelitian Hadis yang dilakukan oleh ulama klasik tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiyah karena kelemahan metodanya. Hal itu karena para ulama lebih banyak menggunakan metode kritik sanad, dan kurang menggunakan metoda kritik baru yaitu kritik matan saja. Sehingga menurutnya, banyak ditemukan Hadis yang semula dianggap shahih ternyata palsu. Pemikiran Ignaz ini mendapat benturan dan kritikan yang tajam dari seorang tokoh ulama Hadis yang pertama kali membatah pemikiran Iganaz yaitu M.M Azami. Menurut Prof. Dr. Muhammad Mustafa al-A'zami, yang lahir pada tahun 1932 di kota Mano, Azamgarh Uttar Pradesh, India Utara, Azami memberikan kritik yang penuh terhadap Ignaz goldziher mengenai pandangannya terhahadap matan Hadis dengan memberikan argumentasi yang jelaslasan. Sebenarnya para ulama klasik sudah menggunakan metoda kritik matan. Hanya saja apa yang dimaksud dengan kritik matan oleh Ignaz itu berbeda dengan metoda kritik matan yang dipakai oleh ulama. Menurutnya, kritik matan Hadis itu mencakup aspek, seperti politik sains, sosio kulturral dan lain-lain. Dalam mengkritik Hadis Ignaz tidak mementingkan sanad beliau hanya mementingkan kritik matan yakni lebih memakai akal. Akal dipakai dalam mengkritik Hadis pada tiap tahap. Tapi penggunaan akal dalam mengkritik Hadis haruslah dibatasi karena kemampuan rasional tidak banyak membantu dalam penerimaan atau pun penolakan Hadis Nabi. Dalam kebanyakan Hadis, akal tidak mendapat tempat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.12516 Studi Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 22 Aug 2017 04:47
Last Modified: 22 Aug 2017 04:47
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/10449

Actions (login required)

View Item View Item